Warga Pacitan Terpaksa Konsumsi Air Kotor Karena Kekeringan - Klik Pacitan

Senin, 23 September 2019

Warga Pacitan Terpaksa Konsumsi Air Kotor Karena Kekeringan


ARJOSARI – lensapacitan.com, Sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan mengalami kekeringan dampak dari kemarau panjang. Kesulitan mendapatkan air bersih, warga terpaksa memanfaatkan sumber air yang kurang layak untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sekitar belasan Kepala Keluarga Di RT. 05/07, Dusun Ngasem, Desa Gembong Kecamatan Arosari terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berbau, wilayah itu tak pernah tersentuh dropping air dari BPBD setempat, lantaran medan yang tak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

“Wilayah kami memang susah dilalui kendaraan besar, jadi kalau ada bantuan air ya hanya di wilayah yang terjangkau,” Ungkap Marjuni salah satu warga.

Mereka harus berjalan kaki sejauh satu kilometer melewati bukit untuk menuju mbelik (sumber mata air) di sungai terdekat. Kondisi air di sungai yang menjadi jujukan warga itu sangat memprihatinkan. Selain debit airnya yang semakin mengecil. Air yang digunakan warga tersebut keruh dan dipenuhi kotoran daun kering.




“Sumber yang ada dan terdekat ya hanya disungai ini, itupun kondisinya seperti ini,” lanjutnya.

Untuk mendapatkan air warga pun harus antri, selama setengah jam hingga satu jam, tergantung banyaknya warga yang mengantri. Air sungai itu mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak dan mandi.

“Paling banyak warga ambil air itu pagi dan sore, jadi harus bergantian mendapatkan airnya,” lanjut Siti Sukamti, warga lainnya.

Warga tak lagi memperdulikan kesehatannya, Air yang tidak layak konsumsi itu terpaksa mereka gunakan lantaran sumber lain sudah mengering. “Adanya Cuma ini ya mau gimana lagi,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan air, warga harus berjalan menaiki bukit dengan membawa ember berisi air, ini mereka lakukan setiap harinya selama musim kemarau. “Ada sekitar 16 kepala keluarga yang mengambil air dari sini, yang terdekat berjarak 500 Meter dari rumah,” Jelasnya lagi.

Warga Dusun Ngasem, hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dalam mengatasi kekeringan yang mereka alami setiap tahunnya. (not)

Bagikan artikel ini

1 komentar