Klik Pacitan: Polres Pacitan
Tampilkan postingan dengan label Polres Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Pacitan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Maret 2021

Polisi Jadi Kurir Makanan Bagi Warga Yang Jalani Isolasi Mandiri


ARJOSARI – lensapacitan.com, Inilah keseharian Bripka Rifa'an, Babinkamtibmas Polsek Arjosari, Pacitan, Jawa Timur. Tak hanya berpatroli keliling desa menjaga keamanan, Bripka Rifa'an juga berbelanja. Tapi jangan salah, belanjaan kebutuhan dapur ini bukan untuk pribadi, melainkan untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri dirumah.

 
Polisi berpangkat Brigade ini, sengaja memberikan pelayanan terhadap warga yang tengah menjalani isolasi karena kasihan. Sebab kebanyakan warga yang jalani isolasi mandiri masih dikucilkan. Termasuk terpenjara didalam rumah karena tidak boleh keluar. Meski hanya untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

Meski rawan terpapar Covid-19, Pendistribusian pesanan diantar hingga kerumah isolasi. Letak geografi perbukitan terjal, sungai serta jalan setapak yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki rela dilakukan untuk terus distribusikan pesanan hingga kedepan rumah.

“Jadi sesuai pesanan kami mengantarkan kepada warga yang melaksanakan isolasi mandiri berupa kebutuhan harian mereka, tentunya kami juga melakukan edukasi kepada warga agar tidak dikucilkan bagi mereka yang melaksanakan isolasi mandiri” Jelas Bripka Rifa'an.

Dengan pelayanan kepolisian seperti ini, setidaknya bisa sedikit mengurangi beban kebutuhan makan dimasa menjalani isolasi. Caranya, warga cukup menghubungi call center pesan antar melalui satgas. Dengan begitu petugas Babinkamtibmas secepatnya mendistribusikan sesuai pesanan.

“ Selama isolasi mandiri ada Call center yang bisa kita hubungi untuk kebutuhan kita selama masa isolasi mandiri, setiap hari ada petugas yang mengantar bahan makanan seperti lauk pauk, sayur, beras dan lain lain. Sangat terbantu. Sangat terbantu sekali soalnya saat karantina kami nggak bisa keluar ”. ungkap Tri Farida, warga yang sedang menjalani Isolasi Mandiri.

Upaya ini sengaja dilakukan polisi untuk meminimalisir stigma negatif warga yang menjalani isolasi mandiri agar tidak dikucilkan.

Minggu, 17 Mei 2020

Satlantas Polres Pacitan Bantu Korban Kecelakaan Lalu Lintas



PACITAN – lensapacitan.com, Satlantas Polres Pacitan melakukan pembagian sembako, sarung tangan dan masker kepada para korban kecelakaan lalu lintas, Senin (18/5/2020).

Aksi tersebut dilakukan menyasar kepada korban laka lantas yang pernah dialami warga. Kali ini Anggota memberikan bantuan kepada 5 orang di Kecamatan Pacitan.

“Untuk menumbuhkan kepekaan, kepedulian, dan solidaritas polantas dimasa pandemi Covid-19, Sat Lantas Polres Pacitan menginisiasi dan menggerakkan program Polantas Lawan Covid-19,” kata AKP Budi Setiyono melalui release yang diterima lensapacitan.com (18/5/2020).

Salah satunya adalah adalah Pamudi (56) warga kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai tenaga kebersihan di Dinas Sosial Kabupaten Pacitan ini harus mengalami nasib sial.

Kecelakaan yang dialaminya membuat kaki kanannya terpaksa diamputasi. Selama dua tahun ini ia tidak lagi bisa bekerja, untuk bertahan hidup ia membuka kedai kopi didepan rumahnya.  Namun akibat adanya pandemi covid-19 ini Pambudi tidak buka lagi warung kopi dikarenan aturan pemerintah dan ini menyebabkan kesulitan ekonomi dikeluarganya.

Korban lainnya yang juga mendapatkan bantuan adalah Wasinah warga kelurahan Sidoharjo Pacitan yang berprofesi tukang pijit bayi.

“pada April 2019 mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tangan kanan patah dan tidak bisa bekerja lagi memijit dan tenaga berkurang dan  semenjak adanya covid 19 pelanggan pijit bayi juga tidak ada yang berani pijit karena khawatir akan tertular,”jelasnya.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa sedikit meringankan beban perekonomian para korban laka lantas selama pandemi Covid-19.(not)

Rabu, 13 November 2019

Pasca Bom Medan, Akses Masuk Mapolres Pacitan Diperketat


PACITAN – lensapacitan.com, Pegamanan markas polisi di Pacitan diperketat menyusul peristiwa ledakan bom bunuh diri di markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara  Rabu.  Warga yang hendak masuk ke Mapolres diperiksa dab digeledah barang bawaannya.

“Masyarakat maupun anggota yang masuk akan dicek identitasnya dan barang bawaaanya, warga masuk dengan meninggalkan identitas di Pos Penjagaan,” jelas AKP. M. Syamsul, Kasat Sabhara Polres Pacitan. (13/11/2019)

Tampak anggota yang dilengkapi senjata laras panjang bersiaga di beberapa akses pintu masuk. Sejumlah warga yang masuk ke Polres Pacitan diperiksa baik badan maupun barang bawaannya.

“Sesuai intruksi Kapolres, gara dilakukan penebalan pasca terjadinya peristiwa ledakan bom bunuh diri di markas Polrestabes Medan,” lanjutnya.

Langkah ini sebagai antisipasi kejadian serupa terjadi di Pacitan warga yang mengurus surat kehilangan, SKCK maupun mengantar makanan kepada tahanan diperiksa satu-persatu.

“Peningkatan pengamanan ini akan terus dilakukan hingga suasana berjalan kondusif,” pungkas Syamsul.

Diberitakan sebelumnya, bom bunuh diri ini terjadi usai apel di Polrestabes Medan pagi tadi. Saat itu, banyak warga yang datang untuk membuat SKCK.

Pelaku yang memakai jaket ojek online berdalih ingin membuat SKCK. Sebanyak 5 personel Polri dan satu warga sipil menjadi korban atas insiden itu. (not)

Senin, 28 Oktober 2019

Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Setelah Sembunyi Di Hutan

Curanmor
PACITAN - lensapacitan.com, Pelaku spesialis pencurian sepeda motor yang belakangan meresahkan warga Kabupaten Pacitan berhasil diringkus Anggota Reserse Kriminal Polres Pacitan

Adalah GN alias Kirun, (31) warga Desa Glinggangan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan

Penangkapan tersangka berawal dari hilangnya sebuah sepeda motor di jalur alternatif Pacitan-Solo, Desa Sedeng. Honda BeAT AE 3402 YX raib saat diparkir pemiliknya di area proyek. Kala itu pemilik bernama Sumarno lupa tak mencabut kunci.

“Boniran pergi bekerja pada proyek pelebaran jalan yang hanya berjarak kurang lebih 70 meter dari tempat parkir motornya,” kata Kasatreskrim, Senin (28/10/2019).

Kabar hilangnya motor warna hitam itu cepat menyebar. Kecurigaan warga pun mengarah pada tersangka yang sehari-hari bekerja jadi kuli bangunan. Sebab sebelum kejadian tersangka diketahui berada di lokasi.

Tak butuh waktu lama bagi polisi dan warga mengetahui posisi pelaku. Setelah ketahuan, pelaku berusaha kabur dan bersembunyi di hutan rakyat.

"GN mengaku nekat mencuri karena butuh uang untuk servis motornya sendiri," kata Kasat Reskrim mengungkap hasil pemeriksaan.

Hingga saat ini tersangka masih menjalani proses hukum di Mapolres Pacitan. Dari tangannya polisi mengamankan 3 unit sepeda motor berbagai merk. Beberapa kendaraan itu diduga hasil kejahatan dari sejumlah TKP berbeda.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian. Jika terbukti bersalah dirinya dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun.


"Kasus ini masih terus kita kembangkan untuk mengetahui kemungkinan keterkaitan dengan kejadian di TKP lain," tandas Imam Buchori. (not)



Rabu, 23 Oktober 2019

Ulama Hingga Akademisi Apresiasi Kinerja TNI-Polri Amankan Pelantikan Presiden

PACITAN - lensapacitan.com, Joko Widodo dan Ma’aruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR Parlemen Senayan (20/10/2019).

Tahapan Pilpres 2019 hingga pelantikan presiden berjalan dengan aman dan kondusif. Pejabat dan ulama di Kabupaten Pacitan memberikan apresiasi sinergitas TNI-Polri yang solid menjaga keamanan

Kepala Kantor Kementerian Agama Pacitan Nurul Huda mengatakan peran TNI/Polri sangat penting dalam melaksanaan pengamanan saat pemilu lalu. Serta puncaknya mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019–2024.

‘’Terimakasih banyak kepada jajaran TNI/Polri yang sudah melaksanakan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden hingga berjalan sukses dan lancar. Selanjutnya, kami mengajak masyarakat agar tetap menjaga kedamaian dan menjadikan Kabupaten Pacitan adem, ayem, tentrem,’’ ungkapnya.


Hal serupa juga diungkapkan Wakil Ketua MUI Pacitan Muhmmad Ismail. Menurutnya, TNI-Polri telah bekerja keras dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara. ‘’Maka dari itu, mereka amat dicintai masyarakat Indonesia terutama warga Kabupaten Pacitan,’’ ujarnya.

Tidak hanya ulama, dari kalangan akademisi pun tak mau ketinggalan mengucapkan terimakasih kepada jajaran TNI/Polri  yang telah menjaga keamanan sehingga Pacitan tetap kondusif.

"Mari kita berjuang mengembangkan potensi generasi muda menjadi insan yang bertaqwa dan berdaya saing untuk kemajuan bangsa indonesia," kata Sri Iriyanti, Ketua STKIP PGRI Pacitan.(not)

Selasa, 22 Oktober 2019

Awas, Gunakan Strobo Pengendara Akan Ditilang

PACITAN - lensapacitan.com, Operasi ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam tertib lalu lintas di Jawa Timur khususnya di wilayah hukum Polres Pacitan. Apalagi, pasca pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019.

"Dalam melaksanakan amanat UU no 22 tahun 2019 tentang lalu lintas angkutan jalan. Mewujudkan keselamatan dalam berlalulintas, Polri khususnya Polantas sebagai penggerak revolusi mental serta pelopor tertib sosial di ruang publik," ujar Kapolres Pacitan AKBP Sugandi saat memimpin Apel Gelar Pasukan Oprasi Zebra Semeru Rabu (23/10/19).

Menurut Sugandi, ada 8 poin yang menjadi prioritas pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan Operasi Zebra 2019 ini. Diantaranya memggunakan HP saat berkendara, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, melebihi batas kecepatan, pengendara dibawah umur.

Selain itu juga bagi pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol pengendara roda 4 yang tidak menggunakan sabuk pengaman dan kendaraan yang menggunakan strobo, rotator maupun sirine.

"Pelanggaran rambu rambu lalu lintas dan pelanggaran batas kecepatan, Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pacitan untuk mendukung giat operasi ini," ucapnya.

Operasi Zebra Semeru yang di mulai pada 23 Oktober hingga 5 November 2019. Operasi Zebra 2019 ini untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, dan nyaman hingga akhir tahun mendatang.

Diharapkan, dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya serta meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. (not)

Minggu, 20 Oktober 2019

Ribuan Warga Ikuti Funbike Jogo Pacitan Untuk Indonesia Damai


PACITAN -lensapacitan.com Menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia terpilih yang akan dilaksanakan hari ini, ribuan warga di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur turut mengikuti kegiatan Parade Merah Putih, Minggu (20/10/19).

Kegiatan yang digelar oleh Kepolisian Resor (Polres) Pacitan bersama instansi terkait tersebut diisi dengan funbike bersama, yang sekaligus pada kegiatan itu juga mendoakan untuk Indonesia ke depan lebih baik serta untuk mewujudkan Kabupaten Pacitan yang adem, ayem dan tentrem.

Ribuan orang berkumpul di Jl JA Suprapto, depan pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (20/10/2019). Masing-masing membawa sepeda. Mereka merupakan peserta funbike 'Jogo Pacitan, Pacitan Adem, Ayem, dan Tentrem'.

"Tolak Kerusuhan!" teriak Kapolres AKBP Sugandi sesaat sebelum melepas peserta. Yel-yel itu pun disahut peserta dengan kalimat serentak "Jogo Pacitan, Indonesia Damai."
Selain menjadi ajang olah raga, kata Sugandi, kegiatan sepeda sehat juga merupakan ajang silaturahim. Ini sekaligus momen membangun komitmen bersama mewujudkan Pacitan yang aman dan kondusif. Terlebih menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, sore nanti.

"Termasuk saat ini akan ada agenda kegiatan nasional yang besar (pelantikan presiden dan wakil presiden). Dan kita juga bersama-sama mendukung untuk kegiatan tersebut dengan Jogo Pacitan, Indonesia Damai," tandasnya.

Suasana damai, lanjut kapolres, bersifat mendasar. Sebab hanya dengan terjaminnya keamanan, roda pemerintahan dapat berjalan lancar. Demikian pula dengan perekonomian akan stabil jika didukung iklim yang kondusif. Intinya, terciptanya kedamaian berarti semua sektor kehidupan berjalan dengan baik.

Pemberangkatan peserta funbike ditandai ayunan bendera oleh kapolres, Wakil Bupati Yudi Sumbogo, dan Kasdim 0801 Mayor Inf Tomy Fedi Anugrahan. Selanjutnya ribuan pesepeda tersebut menyusuri jalanan kota Pacitan sejauh 10 kilometer. Adapun rutenya Jl Diponegoro-Jl A Yani-Jl Jend Sudirman-JLS-Jl WR Supratman-Jl Mayjen Sungkono-Jl Yos Sudarso dan berakhir di tribun alun-alun, Jl Imam Bonjol. (not)

Sabtu, 05 Oktober 2019

Ada Pagelaran Wayang Kulit di Acara Car Free Day

PACITAN - lensapacitan.com, Ada yang berbeda pada pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Alun Alun Pacitan Minggu (6/10/2019) Pagi. Disebelah Selatan Alun-alun Pacitan atau titik 0 Kilometer Kota Pacitan ada pertunjukan wayang kulit di pagi hari.

Ini bukan wayang kulit biasa, melainkan wayang semeru yang diperankan oleh anggota TNI dan juga Satlantas Polres Pacitan.

"Ini adalah bentuk sinergitas dari TNI dan Polri, Sosialisasi kepada warga Pacitan untuk tertib berlalulintas," kata Letnan, Sutardi,  Dalang Wayang Semeru.

Didepan warga yang melakukan olahraga pagi, seorang TNI berpangkat letnan memainkan wayang tersebut,  kesempat yang tidak lama ini dimanfaatkan Ki Dalang Lentan Sutardi, anggota Kodim 0801 Pacitan, untuk memberikan pencerahan mengenai peraturan lalulintas, sedangkan sinden diperankan oleh Polwan.

Satlantas Polres Pacitan sengaja menghadirkan dalang  yang dimiliki TNI, harapannya bisa menarik pengguna lalulintas untuk mengikuti dan mengkampanyekan keselamatan lalulintas.

Melihat akrabnya wayang kulit di tengah masyarakat jawa timur, polres Pacitan merasa kesenian ini menjadi media yang lebih efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan lalu lintas.

"Kenapa kita memilih wayang, karena masyarakat Pacitan, sangat menyukai kesenian ini, sehingga kita coba masuk kesana, dalam mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas," jelas AKP. miftahul Amin, Kasat Lantas Polres Pacitan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, selain itu adalah bentuk sinergitas TNI dan Polri dalam merayakan HUT TNI ke 74. (not)

Jumat, 04 Oktober 2019

Ulang Tahun, TNI dapat Hadiah Spesial Dari Polisi



PACITAN – lensapacitan.com, Polres Pacitan memberikan kado spesial bagi Kodim 0801 Pacitan untuk merayakan HUT ke-74 TNI. Kado dari polisi menjadi salah satu bukti kuatnya sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga Pacitan tetap kondusif.

Rombongan dari Polres Pacitan tiba di markas Kodim 0801, sekitar pukul 06.00. Dipimpin Kapolres AKBP Sugandi, mereka membawa tumpeng ke markas Kodim sembari menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Sebelum acara pemotongan tumpeng, Terlebih dahulu melakukan apel di halaman makodim  0801 Pacitan

"Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Kapolres Pacitan beserta jajaran. Ini merupakan kebahagiaan tak terkira bagi kami, Semoga sinergitas TNI dan Polri di Kabupaten Pacitan tetap terjaga” kata Dandim 0801 Letkol Kav Aristoteles HN Lawitang. Jumat (4/10/2019).

Harapan terhadap sinergitas TNI/Polri juga disampaikan kapolres. Usai menyerahkan tumpeng, AKBP Sugandi berharap kebersamaan kedua jajaran terus terbangun tanpa memandang siapapun komandannya, semua harus saling bersinergi dalam menjaga agar Pacitan tetap kondusif serta adem ayem.

TNI Polri adalah sebagai penopang utama dalam mengamankan dan menjaga NKRI dari gangguan manapun.

"Sinergitas TNI dan Polri akan terjaga dan selalu bersama sama untuk menjaga dan menciptakan situasi di wilayah Pacitan yang aman dan tentram," katanya Kapolres Pacitan.

"Atas nama pribadi dan jajaran Polres Pacitan saya mengucapkan Dirgahayu TNI yang ke-74. Semoga TNI selalu jaya," ucapnya.

Acara di lanjutkan dengan olahraga bersama serta dari Satlantas Polres Pacitan melakukan perpanjangan SIM secara gratis bagi keluarga besar Kodim 0801 Pacitan. (not)

Minggu, 29 September 2019

Sebulan, Polisi Berhasil Tangkap Tiga Tersangka Tabrak Lari


Sebulan Polisi Berhasil Tangkap Tiga Tersangka Tabrak Lari
PACITAN – lensapacitan.com, Dalam sebulan, Satlantas Polres Pacitan berhasil mengungkap tiga tersangka tabrak lari yang menyebabkan tiga nyawa melayang dilokasi yang berbeda. Penangkapan ketiga pelaku itu berkat keterangan sejumlah saksi dan rekaman kamera CCTV milik sejumlah pengusaha di Pacitan.

“Kami sengaja memberikan penghargaan kepada jajaran satlantas setelah apel pagi kali ini, atas keberhasilan mengungkap 3 kasus tabrak lari selama satu bulan,” ungkap AKBP Sugandi, saat konfrensi pers dihalaman Unit Laka Polres Pacitan, Senin (30/9/2019).

Ketiga pelaku masing-masing adalah S, IP dan RB. Tersangka S ditangkap karena terlibat kecelakaan di Kecamatan Donorojo. Sementara Kendaraan Dum Truk yang dikemudian tersangka IP menabrak seorang pelajar hingga tewas dilokasi kejadian, masuk Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan.

Selang beberapa hari tersangka RB juga berhasil diamankan Polisi lantaran menjadi pelaku tabrak lari di Jalan Tentara Pelajar, Desa Nanggungan Pacitan, yang menyebabkan seorang mantan kepala desa meninggal. “Alhamdulilah semua pelaku bisa diamankan berserta barang bukti,” jelasnya.

Kapolres juga mengapresiasi kinerja Unit Laka Lantas Polres Pacitan yang mempu bergerak cepat dan menangkap seluruh pelaku. “Semoga ini bisa menjadi contoh kepada rekan kerja yang lain, bahwa kinerja yang baik dedikasi yang baik dengan mengungkap seluruh tindak pidana laka lantas,” tambahnya.

Ketiga tersangka kemudian dikenai pasal 310 dan pasal 312 Undang-undang lalulintas dan angkutan jalan dengan ancaman 3 tahun dan maksimal 6 tahun penjara.

Sugandi menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mentaati tata tertib berlalulintas, serta menjalankan kewajiban yaitu jika terlibat laka harus menghentikan kendaraan bermotor, menolong korban dan melaporkan kejadian laka lantas kepada polisi.

“Ini harus diketahui oleh seluruh masyarakat Pacitan, bahwa setiap pengedara memiliki 3 kewajiban, jangan sampai kejadian ini terulang, apalagi sampai melarikan diri, karena bisa dikenai Sanksi  pidana  Undang-undang Lalulintas dan angkutan jalan,” pungkasnya. (not)

Kamis, 12 September 2019

HUT Lalulintas, Polisi Bangun Tandon Air di desa terdampak kekeringan


PACITAN - lensapacitan.com, Musim kemarau, warga terdampak kekeringan semakin meluas. Sumur yang biasanya menjadi andalan warga sudah mengering. Hal itu membuat Jajaran Sat Lantas Polres Pacitan membuat terobosan untuk membantu warga yang kesulitan air bersih.

Salah satu titik yang mendapatkan bantuan tandon air adalah Dusun Bedayu, Desa Bolosingo, Pacitan. 40 kepala keluarga diwilayah tersebut mulai kesulitan air bersih sejak empat bulan yang lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk bhakti sosial dan kepedulian kepada masyarakat yang kesulitan air bersih dikala musim kemarau yang panjang pada tahun 2019 ini.

“Dalam rangka HUT Polantas ke 64, pada 22 September 2019 ini. Kami Polres Pacitan mengadakan kegiatan bhakti sosial dan droping air bersih di 12 Kecamatan Kabupaten Pacitan,” ujar AKBP Sugandi, Kapolres Pacitan

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian Polisi khususnya Polantas, dan pembangunan sarana penampungan air bersih ini bisa untuk bahan kajian bagi wilayah lain yang sangat membutuhkan air bersih disaat kekeringan yang masih saja terjadi,” tambah Kapolres.

Masih menurutnya, untuk bantuan penampungan ini berkapasitas 5 ribu liter, sedangkan untuk wilayah lain sudah kami distribusikan sesuai titik kekeringan serta yang membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolres berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Pacitan yang sudah mengalami kekurangan air bersih selama 6 bulan ini.

”Semoga pembangunan sarana penampungan air bersih dan droping air tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa lebih dekat dengan kami dalam membantu suasana Kamtibmas diwilayah masing-masing,” Pungkas Kapolres.


Kamis, 05 September 2019

Smart SIM Sudah Diperkenalkan di Pacitan, Begini Wujudnya

PACITAN - lensapacitan.com, Surat Izin Mengemudi (SIM) akan berubah tampilan dan bertambah fungsinya dalam waktu dekat. Nantinya, SIM tidak lagi sekadar bukti registrasi dan identifikasi pengemudi, tapi juga bisa jadi alat pembayaran.

Smart SIM ini, sudah mulai dicetak di Satpas Polres Pacitan. Sejumlah warga yang melakukan perekaman per 1 september sudah mendapatkan SIM pintar, baik yang perpanjangan maupun pembuatan SIM baru.

Smart SIM ini nantinya dapat berfungsi sebagai uang elektronik dengan saldo maksimal Rp 2 juta dan dapat diisi oleh pemegang SIM.

Smart SIM sendiri bakal diluncurkan pada 22 September 2019 mendatang bertepatan dengan Hari Lahir Lalu Lintas Bhayangkara ke-64.

Usai diluncurkan, nantinya SIM 'pintar' akan melakoni uji coba, baik sebagai alat pembayaran maupun bukti fisik perizinan berkendara.

Karena memiliki uang dengan nominal tertentu, nantinya Smart SIM juga akan mempermudah proses penilangan. Jadi, saat kedapatan melanggar aturan lalu lintas, SIM tidak lagi ditahan sampai pelanggar benar-benar membayar denda, nantinya petugas akan langsung memotong saldo di dalam SIM untuk pembayaran dendanya lewat mesin EDC. (not)



Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi