PACITAN – lensapacitan.com, Upaya pencarian korban terus dilakukan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, nelayan setempat menyisir dari jalur darat dan laut. Pencarian di pusatkan di area titik korban dinyatakan hilang. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda korban diketemukan.
“kita bagi dua tim, yang satu menuju ke arah timurdan satu tim ke arah barat, sementara keluarga korban memantau di tebing area kejadian,” kata Eko Apriyanto, Komandan Tim Basarnas kepada lensapacitan.com, Selasa (30/7/2019).
Kondisi cuaca pada hari kedua pencarian ini cukup cerah, ketinggian ombak juga setabil. “ tapi biasanya kalau sore angin kencang, itu yang menjadi kendala,” jelasnya.
Mencari rumput laut yang biasa di lakukan masyarakat tanpa safety memang hal yang biasa. Mereka hanya mengandalkan insting dan kemampuan membaca datangnya ombak besar, tanpa mengindahkan keselamatan.
Supriyono 30 tahun, warga Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku Pacitan hilang terseret ombak saat mencari rumput laut di perairan Tamperan Senin siang kemarin, bersama tiga rekanya, korban yang tidak bisa berenang nekat memberanikan diri mengambil rumput laut di batu karang. Korban hilang setelah ombak besar menerjang dirinya yang tengah mengambil rumput laut.(not)
