Klik Pacitan: pacitan
Tampilkan postingan dengan label pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacitan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2021

Taget Bulan Juni Rampung, Vaksinasi Sinovac di Pacitan dikebut

PACITAN - lensapacitan.com, Progres vaksinasi pelayan publik di Pacitan terus dikebut Dinkes setempat. Tak hanya di puskemas, Selasa (30/3/2021) posko vaksinasi juga dibangun di gedung karya darma pendapa setempat. Aparatur Sipil Negara (ASN) seluruh kota Pacitan, hingga wartawan dan tokoh agama mendapat injeksi di tempat tersebut. 

Plt Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida mengungkapkan, progres vaksinasi bakal dilakukan dua fase sekaligus. Menyasar 1860 penerima. Dalam sehari, pihaknya menyasar 350 suntikan imunisasi. Dengan empat bilik vaksinator yang ditempatkan terpisah. 

‘’Kita siapkan beberapa petugas kesehatan, agar vaksinasi ini bisa berjalan cepat,’’ papar Farida.

Farida mengungkapkan penepatan vaksinasi di gedung Karya Darma itu dilakukan memangkas waktu vaksinasi di wilayah kota Pacitan. Mengingat saat ini hanya empat pos vaksinasi yakni puskesmas Tanjungsari, Puskemas Pacitan, RSUD dr Darsono serta PKU Muhammadiyah. Disamping itu, dosis kedua kali ini ditarget pemerintah rampung Juni mendatang. 

‘’Ramadhan nanti vaksinasi tetap kita lakukan, apalagi nanti kemungkinan bertepatan dengan suntikan dosis keduanya,’’ tegasnya sembari menyebut Pacitan memiliki 24 ribu dosis sinovac.


Senin, 23 September 2019

Waspadai Penyakit Ini Saat Musim Kemarau


PACITAN – lensapacitan.com, Saat musim kemarau yang panas seperti sekarang ini, daya tahan tubuh cenderung menurun. Selain itu, udara kering, sumber air berkurang, dan debu membuat orang mudah terserang beberapa penyakit, salah satunya adalah Ispa.

“Salah satu penyakit yang rentan terjadi pada musim kemarau adalah gangguan saluran pernafasan atau Ispa,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Eko Budiono.

Tak hanya pancaroba, musim kemarau yang panjang juga bisa menurunkan daya tahan tubuh. Ditambah lagi dengan berkurangnya sumber air bersih dan udara yang kering, membuat lingkungan menjadi semakin tidak sehat. “Orang yang mobilitasnya tinggi rentan terkena penyakit ini,” jelasnya.

Selain itu udara yang panas membuat orang cenderung mengonsumsi air dingin atau es. Kondisi inipun akan merangsang iritasi yang terjadi pada saluran pernafasan atas dan menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

“Ketersediaan air sebenarnya harus dijaga dan juga sanitasi serta jangan sampai BAB di sembarang tempat. Warga juga harus menjaga pola makan seperti mengurangi makanan pedas dan es,”ujar Eko.

Upaya pencegahan menghindari terpapar dengan udara langsung, tetap mempertahankan banyak minum dan tentu tidak minum air es sehingga saluran pernafasan atas tidak kering dan tidak teriritasi.

“untuk mencegahnya, yaitu dengan memperbanyak minum air putih idealnya 8 gelas  sehari, serta istirahat yang cukup,” Pungkasnya.

Selain ispa, potensi penyakit yang menyerang adalah flu singapura. Menurunnya daya tahan tubuh juga membuat flu singapura atau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan hand foot and mouth disease (HFMD) marak di masyarakat, khususnya pada anak-anak. (not)

Rabu, 28 Agustus 2019

Siap-siap, Operasi Patuh Semeru 2019 Akan Dimulai Hari Ini


PACITAN - lensapacitan.com, Sebanyak 28 Personil gabungan akan diterjunkan Polres Pacitan dalam Operasi Patuh Semeru 2019 yang akan berlangsung mulai hari ini, Kamis, (29/8/2019) hingga 11 September mendatang. "28 personil akan kami terjunkan, dan mulai pada hari ini," kata Kompol Hendri Soelistiawan, Wakapolres Pacitan.

Razia yang berfokus untuk menindak pelanggaran lalu lintas ini bertujuan untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, lancar dan tertib.

Selain itu, operasi patuh juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

"Seperti yang disampaikan, dari 12 itu ada tiga yang jadi perioritas utama, lawan arus, berkendara di bawah umur atau tak punya SIM, serta pemasangan rotator dan sirine," ujar Hendri.

Semua tindak pelanggaran lalulintas akan dilakukan dengan tiga metode, yakni preemtif, preventif, dan refresif. Polisi juga akan melibatkan instansi lainnya. "Yang melanggar akan langsung ditindak berupa tilang," pungkas Hendri. (Not)




Minibus Tabrak Toko Kelontong dan Pengendara Motor

PRINGKUKU - lensapacitan.com, Kecelakaan lalulintas kembali terjadi diwilayah hukum Polres Pacitan. Sebuah minibus terlibat laka dengan kendaraan roda dua, berusaha menghindar, minibus justru menabrak toko kelontong hingga porak poranda. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. "Ada motor yang mendadak belok kanan didepan, saya banting kanan agar tidak menabrak, sampai nabrak toko," Kata Rahmad Ladiyanto, sopir asal Karanganyar Jawa Tengah.

Kecelakaan terjadi di jalan Pacitan Solo, Tepatnya di Dusun Krajan, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku Pacitan. Rabu (28/8/2019) Minibus isuzu Panther Nopol L 1632 FU yang dikemudikan Rahmad Ladiyanto, warga Mojogedang, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Berusaha menghindar kendaraan roda dua yamaha jupiter yang dikemudian Kurnia Saputra, 13  tahun pelajar asal Dusun Seso Pringkuku.

Mobil yang sudah melaju dengan kecepatan tinggi itu, menyenggol motor, sepontan sang sopir membelokkan mobilnya kearah kanan, sehingga menabrak toko kelontong milik Adi Fathoni. Akibatnya bangunan kios dan pagar besi ambruk, sementara barang dagangannya yang semula tertata rapi didalam toko, porak poranda. "Saat ini kami belum mengetahui apa saja yang rusak, yang jelas, bangunan dan dagangan rusak, namun belum kami hitung jumlahnya," Kata Adi Fathoni, pemilik toko.

Adi yang saat kejadian berada di dalam toko tidak mengetahui pasti kronologi kejadian kecelakaan tersebut, hanya mendengar suara benturan keras, kemudian ai lari keluar toko, "suara benturannya cukup keras, kemudian saya lari keluar, mungkin mobil dalam kecepatan tinggi, dan tidak mengerem," Jelasnya lagi.

Warga sekitar dibantu anggota Polisi kemudian mengangkat minibus yang masuk kedalam toko. Dan juga menyelamatkan barang dagangan dari retuntuhan bangunan. Sementara kedua pengendara mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Pringkuku. "Kedua pengendara serta satu penumpang mengalami luka ringan, dan dirawat di puskesmas, sedangkan dua kendaraan kami amankan dahulu," Kata Brigadir Nurhadi, Banit Laka Polres Pacitan.

Akibat kecalakan tersebut, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Minibus mengalami kerusakan cukup parah dibagian depan sementara kendaraan roda dua mengalami kerusakan ringan.

Banyaknya warga yang melihat kejadian itu membuat arus lalulintas dari dua arah sempat terhambat. (Not)

Senin, 22 Juli 2019

Kesulitan Air Bersih, Warga Rela Antri Disumber Air Hingga Malam


NGADIROJO - lensapacitan.com, Kemarau panjang membuat warga di Kecamatan Ngadirojo mengalami krisis air bersih. Warga di Desa bodag ini misalnya, untuk mendapatkan air, mereka harus mengantri hingga berjam-jam disalah satu seumber air yang tersisa. "Warga harus bergantian mengambil air,  bisa sampai berjam-jam kalau airnya tinggal sedikit," Ungkap Retno Tri Setyowati salah satu warga Dusun Kepuh.

Sumber air yang mereka namai sumur Pandan Wangi itu, saat ini debit airnya sudah mulai mengecil. Hampir 24 jam warga secara bergantian menimba air dari sumur sedalam 3 meter itu. Tak hanya pagi dan sore, malam hari pun warga beramai-ramai mengambil air. "Kalau malam bisa sampai jam 9, kalau pagi sebelum subuh aja sudah ada yang kesini, jelasnya lagi.

Beberapa kali, Badan Penanggungan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan mengirimkan bantuan droping air bersih ke wilayah tersebut. Namun tidak semua warga mendapatkan jatah tersebut, ini disebabkan banyaknya warga yang mengantri untuk mendapatkan air. " Beberapa kali ada bantuan, tapi sudah lama mengantri tidak kebagihan air, soalnya banyak sekali yang antri, jadi sia-sia," Pungkasnya.


Hal serupa juga dirasakan Mispari, jika tidak kebagian air disumber tersebut, ia terpaksa membeli air kaliling, namun itu tidak bertahan lama, karena ia harus mengeluarkan uang Rp 70 ribu hingga 100 ribu rupiah. "Kalau sumber habis, biasanya beli 1 tangki 70 ribu, kalau pas punya uang,"  Kata Mispari. (not)

Rabu, 10 Juli 2019

Harga Cengkeh Merosot, Petani Merana


SUDIMORO – lensapacitan.com, Petani cengkeh di Pacitan dibuat pusing, Selain ancaman pohon mati terserang virus, harga bunga dari pohon yang tersisa justru anjlok dipasaran. Tak tanggung-tanggung, dari bunga kering yang biasa dijual Rp. 90 hingga 100 ribu perkilo, kini hanya dihargai Rp. 60 ribu perkilonya. Padahal jumlah panen para petani menyusut usai sebagian besar batang cengkeh mati. ‘’Menangis, miris pokoknya para petani cengkeh saat ini,’’ ujar Sumono, petani cengkeh di Sudimoro,

Menurutnya, penurunan produktifitas para petani merosot tajam. Berkisar 70 persen dari panen raya tahun-tahun sebelumnya. Di waktu normal misalnya, satu batang cengkeh mampu memproduksi 50 hingga 60 kg bunga basah. Pun, usai dikeringkan bakal menyusut hingga 20 kg saja. Sementara, saat ini para petani hanya mampu memproduksi 20 kg tiap batang. Pun, saat dikeringkan hanya berkisar 4 hingga 6 kg cengkeh kering. ‘

Faktor musim, dituding jadi biang keladi merosotnya panen. Pasalnya dimusim kemarau kali ini sebagian besar sumur warga mengering. Diperparah dengan matinya batang cengkeh terserang virus. Alhasil, sebagian petani yang frustasi memilih menebang pohon untuk dijual kayunya. Lumprah mengingat anjloknya pendapatan jika dibandingkan masa jaya cengkeh beberapa tahun silam. ‘’kalau dulu hasil cengkeh bisa untuk sekolahkan anak hingga kuliah, mungkin sekarang sulit,’’ ungkap Sumono.




Ketanggung, Karangmulyo, Klepu dan sebagian Sudimoro jadi sebagian besar produksi cengkeh di kecamatan Sudimoro. Padahal dari wilayah tersebut belasan ton diproduksi tiap tahun. Namun, Sumono ragu dalam beberapa tahun kedepan tanaman cengkeh masih bertahan di wilayahnya. Mengingat, banyaknya tanaman yang mati tiap tahun. ‘’Mungkin kalau yang hanya mengandalkan cengkeh sebagai penghasilan utama akan kesusahan,’’ pungkasnya. (Not)

Senin, 29 April 2019

Percasi Pacitan Targetkan 3 Emas di Kejurprov Tulungagung


PACITAN - lensapacitan.com- Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Pacitan tidak mengendurkan porsi latihan. Mulai tiga bulan terakhir, menu latihan berat selalu diberikan. Delapan jam latihan selalu dilahab hampir setiap harinya. Itupun tidak hanya hari libur. ‘’ Kalau hari biasa mulai pukul 17.00 sampai 21.00. Kalau libur mulai pagi sekitar pukul 08.00 sampai 17.00, ’’ beber pelatih Pengcab Percasi Pacitan, Resi Aji ditemui dikantornya.

Menurutnya latihan berat tersebut salah satunya dipersiapan untuk keikutsertaan atlet Pengcab Percasi pacitan dalam ajang Kerjurprov yang digelar di Tulungagung pada 11 hingga 16 Juni mendatang. Aji mengaku jika dia memiliki target tinggi. Berupa tiga medali emas, dua perak dan satu perunggu. Untuk meraih target tersebut, sebanyak 20 atlet disiapkan. ‘’ Semua bermain untuk seluruh kelompok umur, ’’ tambahnya.

Target tersebut dinilainya wajar. Lantaran didasari dari hasil pengawasan latihan atlet-atletnya. Tiga atlet yang digadang-gadang bakal meraih tigas emas tersebut diantaranya Radiata Hasan Aryasetya untuk kelompok umur 8 tahun putra, Bayu Surya Mahendra dikelompok umur 11 tahun putra dan Alza Nasuha di kelompok umur 15 tahun putri. Meski begitu, Aji mengaku jika atlet lainnya pun tetap memiliki peluang yang sama. ‘’ Bukan artinya selain ketiga atlet tadi tidak saya andalkan, ’’ tegasnya.

Menurutnya sejumlah atlet bahkan diprediksinya bakal menjadi kuda hitam dalam Kejurprov Tulungagung. Diantaranya Ari Rida Surya di kelompok umur 9 tahun putra dan anaknya sendiri, Febrianti Mustikasari di kelompok umur 10 tahun. Keduanya dianggapnya memiliki kualitas untuk mampu menambah perolahan medali meski baru kali pertama mengikuti kompetisi. ‘’ Biasanya masalah yang dihadapi cuma demam panggung, ’’ tambahnya.

Dia pun menyebut jika kompetitornya hanya pecatur asal Surabaya dan Sidoarjo. Kedua daerah tersebut disebutnya juga memiliki sejumlah atlet berkualitas. Bermodalkan latihan intens yang diberikan, Aji pun mengaku jika pihaknya masih pede. Terlebih lokasi pelatihannya kerap menjadi study banding sejumlah daerah lainnya. ‘’ Karena Pacitan dianggap memiliki banyak atlet catur berprestasi, ’’ jelasnya. (not)

Minggu, 28 April 2019

Bermain Air, Pelajar Asal Ponorogo Tewas Tenggelam di Pantai Soge

Bermain Air, Pelajar Asal Ponorogo Tewas Tenggelam di Pantai Soge


NGADIROJO - lensapacitan.com, Nasib nahas di alami Syahrul Yulian (14). Pelajar asal Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo itu meninggal dunia akibat tenggelam di muara sungai, pantai Soge di desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Minggu (28/4/2019) sekitar pukul 12.30 lalu.





Kejadian tersebut berawal saat korban bersama kedua rekannya Adit Akbar dan Ismanur Halil bermain dipantai soge. Setelah puas bermain ketiganya hendak mencuci pakaian yang mereka kenakan di muara sungai, Korban kemudian melompat menjeburkan diri kedalam air. Sayangnya korban tak menyadari dalamnya muara yang diselami. Pun karena tidak bisa berenang korban langsung tenggelam.





Melihat temannya tenggelam, Adit dan Halil, berteriak minta tolong, warga setempat bergegas datang melakukan pencarian di tempat kejadian. Beruntung Slamet, warga setempat berhasil menemukan Syahrul setelah menyelam di muara sedalam 5 meter itu. Meski saat diangakat korban dalam kondisi tewas terlalu banyak menenggak air.





Anggota kepolisian, Bersama Sar Linmas Satpolpp pacitan yang mendatangi lokasi kemudian membawa korban ke Puskesmas Ngadirojo untuk dilakukan Visum. (not)


Kamis, 21 Maret 2019

Longsor, Jalur Wisata Pantai Klayar Tersendat

Longsor, Jalur Wisata Pantai Klayar Tersendat

PRINGKUKU - lensapacitan.com, Wisatawan dari Watukarung menuju Klayar atau sebaliknya harus waspada. Pasalnya, jalur lintas selatan penghubung dua objek ternama di Pacitan itu, tertutup material longsor. Batu berukuran lebih dari truk jatuh setelah diguyur hujan beberapa jam. Tepatnya di dusun Maron, Dersono, Pringkuku, Pacitan rabu (20/3) lalu. kurang tahu pas kejadian, tapi pagi hari sudah longsor, ujar Haryono salah seorang warga setempat.

Haryono mengungkapkan, empat batu besar berdiameter lebih dari tiga meter guntur dari tebing setinggi 10 meter di jalur wisata tersebut. Imbasnya, separo lebih badan jalan tak dapat digunakan. Pengendara baik roda dua maupun empat harus menggunakan bahu jalan yang tersisa jika nekat melintas. Ini termasuk jalur penting, karena digunakan para wisatawan pergi ke klayar dan maron dari pantai watukarung, paparnya.

Darminto, petugas lapangan dinas PUPR Pacitan saat ditemui dilokasi menuturkan, setidaknya butuh satu minggu penuh untuk membersihkan material longsor tersebut. Besarnya batu, jadi alasan lamanya proses pembersihan. Berbeda dengan tanah longsor umumnya, petugas mesti memecah material jadi kecil sebelum diangkut untuk dibuang. Kalau diangkut langsung jelas tidak kuat, karena batunya besar, ungkapnya

Dirinya menambahkan, proses pembersihan yang baru dimulai kemarin (21/3) itu juga dilakukan hati-hati. Pasalnya, diatas tebing nampak beberapa material batu rawan runtuh. Disamping, kondisi tanah yang gembur mudah terjadi longsor susulan. Sementara, satu alat berat yang digunakan mesti bekerja diarea jalur menurun. kita kerahkan satu breaker, untuk menghancurkan batu sebelum diangkut, jelasnya (dw)

Senin, 18 Maret 2019

Diparkir Di Pasar, Motor Scoopy Raib Digondol Maling

Diparkir Di Pasar, Motor Scoopy Raib Digondol Maling


PACITAN –
lensapacitan.com, Naas dialami Astin, salah satu pedagang pakaian di kios Pasar
Munulyo Pacitan. Sepeda motor Honda Scoopy No Pol AE 5395 xz warna hitam
kombinasi putih yang diparkir di depan kios Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan,
raib digondol pencuri, Senin (18/03/2018).





Pencurian itu
diketahui Astin, Sekitar pukul 11.00 WIB, saat dirinya hendak menjemput anaknya
di sekolah, Saat di lokasi parkir, dirinya kaget tidak mendapati motornya,
kemudian ia mencari di komplek pasar namun tidak ketemu. “ saya kaget setelah
motor saya tidak ada dan saya keliling pasar mencari motor, tapi tidak ketemu”
Ujar Astin.





Melihat kejadian itu,
dirinya langsung melaporkan pencurian tersebut ke Satreskrim Polres Pacitan. Sebelumnya,
sekitar sebulan yang lalu, dompet beserta kunci motor, surat dan sejumlah uang
juga raib digondol pencuri di dalam kios pakaian miliknya. Astin curiga pencuri
motor tersebut adalah orang yang sama. “Saya curiga yang mencuri motor saya
adalah orang yang telah mencuri tas saya dulu, karena dia memiliki kuncinya”
pungkasnya.





Astin tidak menyangka
akan kehilangan sepeda motor yang sehari-hari dipakai untuk berangkat dan
pulang ke pasar. Apalagi, jauh sebelumnya dia sudah sering memarkirkan
kendaraan roda dua miliknya di lokasi yang sama. (tn)


Minggu, 17 Maret 2019

Longsor Batu, 5 Kepala Keluarga Mengungsi

Longsor Batu, 5 Kepala Keluarga Mengungsi


PACITAN - lensapacitan.com, Akibat diguyur hujan selama berhari-hari, Bukit tinggi di Dusun Klisat, Desa Tambakrejo, Pacitan Longsor pada Minggu Malam (17/3). Batu besar dari Bukit yang tak jauh dari pemukiman warga longsor, Kejadian tersebut membuat warga setempat panik dan terpaksa meninggalkan rumah mereka. "habis isya, ada suara gemuruh seperti bom, kemudian saya bersama keluarga mengungsi kerumah anak saya" Kata Bibit warga setempat.




Kejadian bermula saat wilayah setempat diguyur hujan, Batu dari bukit longsor, beruntung pecahan batu tersebut terhalang pohon dan bambu, sehingga terhenti dan tidak sampai menerjang pemukiman warga, Sedikitnya ada 5 Kepala Kelurga terpaksa mengungsi akibat kejadian itu" Ada sekitar 15 orang yang mengungsi ketempat yang lebih aman" Imbuhnya.Dua anggota Koramil Pacitan langsung terjun ke lokasi, untuk memastikan kondisi aman. Sementara warga setempat sudah kembali beraktifitas, namun saat hujan deras, warga kembali mengungsi. (Tn)

Senin, 04 Maret 2019

Tanaman Padi Ambruk dan diserang Wereng, Petani Panen Dini

Tanaman Padi Ambruk dan diserang Wereng, Petani Panen Dini


PACITAN - lensapacitan.com, Hektaran tanaman padi di Dusun Krajan, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan yang belum memasuki masa panen ambruk, karena diguyur hujan disertai angin. Akibatnya, tanaman padi yang masih hijau tersebut ambruk dan terendam air "Ini padinya masih hijau, harusnya dua minggu lagi baru bisa dipanen" kata Sutrisno salah satu petani.





Jika dibiarkan tanaman padi tersebut akan rusak, rontok terendam air dan dimakan tikus. Untuk meminimalisir kerugian petani kemudian memanen lebih awal padi mereka.





Hasil tanaman padinya pun pada panen kali ini megalami penurunan, sebelumnya, satu petak tanaman padi miliknya bisa menghasilkan 12 sak gabah, dan pada panen kali ini diperkirakan hanyamendapatkan sekitar 8 sak saja "hasil panennya berkurang banyak, kali ini karena belum memasuki masa panen" ungkapnya.





hal serupa disampaikan bonari petani lainnya, tak hanya ambruk, petani juga dipusingkan dengan seragan hama wereng, yang membuat tanaman padi miliknya mengering dan mati.





Di desa Purworejo sendiri, sedikitnya ada 3 hektar tanaman padi yang ambruk dan diserang hama wereng, padahal semua umur padi diwilayah tersebut hampir sama, namun dalam beperapa hari kedepan padi tersebut akan dipanen" mugkin besuk pdi sebelah ini jga akan dipanen, soalnya sudah ambruk" pungkasnya. (tr)


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi