Kamis, 02 Januari 2020
Kamis, 21 Maret 2019
Longsor, Jalur Wisata Pantai Klayar Tersendat
Haryono mengungkapkan, empat batu besar berdiameter lebih dari tiga meter guntur dari tebing setinggi 10 meter di jalur wisata tersebut. Imbasnya, separo lebih badan jalan tak dapat digunakan. Pengendara baik roda dua maupun empat harus menggunakan bahu jalan yang tersisa jika nekat melintas. Ini termasuk jalur penting, karena digunakan para wisatawan pergi ke klayar dan maron dari pantai watukarung, paparnya.
Darminto, petugas lapangan dinas PUPR Pacitan saat ditemui dilokasi menuturkan, setidaknya butuh satu minggu penuh untuk membersihkan material longsor tersebut. Besarnya batu, jadi alasan lamanya proses pembersihan. Berbeda dengan tanah longsor umumnya, petugas mesti memecah material jadi kecil sebelum diangkut untuk dibuang. Kalau diangkut langsung jelas tidak kuat, karena batunya besar, ungkapnya
Dirinya menambahkan, proses pembersihan yang baru dimulai kemarin (21/3) itu juga dilakukan hati-hati. Pasalnya, diatas tebing nampak beberapa material batu rawan runtuh. Disamping, kondisi tanah yang gembur mudah terjadi longsor susulan. Sementara, satu alat berat yang digunakan mesti bekerja diarea jalur menurun. kita kerahkan satu breaker, untuk menghancurkan batu sebelum diangkut, jelasnya (dw)
Selasa, 22 Januari 2019
Pekarangan Longsor, Satu Rumah Warga Terancam Amblas
Sebuah rumah di Desa Sambong, Pacitan terancam amblas
akibat longsor, pegar rumah rumah ambrol karena tidak mampu menahan debit air,
bahkan material longsor sempat menutup akses jalan antar desa.
Beginilah kondisi rumah milik Sokimin warga Dusun
Benggle, Desa Sambong,Pacitan, hujan yang mengguyutr wilayah setempat selama
sehari semalam membuat pagar cor rumahnya ambrol akibat tidak mampu menahan
tingginya debit air.
Tanah longsor yang terjadi di pekarangan warga ini
juga mengancam rumah milik Sokimin terancam amblas. Pasalnya, jarak titik
longsor dengan pondasi rumah hanya berjarak dua meter. Penghuni rumah mengaku
kawatir longsor susulan mengingat hujan masih mengguyur wilayah setempat.
Selain mengancam rumah, material longsor juga menutup
akses jalan antar desa Glinggangan menuju Desa Sambong. Material longsor berupa
bebatuan berserakan dijalan dan mengganggu pengguna jalan, warga sekitar kemudian bergotong royong membersihkan
material untuk membuka akses jalan tersebut.
Curah hujan tinggi disertai angin kencang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, dan tidak menutup kemungkinan longsor sussal bisa terjadi.(tn)
Tanah longsor tutup separuh badan jalan Provinsi
Akibat di guyur hujan deras, jalur Pacitan-Purwantoro diterjang
tanah longsor. Material longsoran yang menutup separuh badan jalan tersebut,
sempat mengganggu akses laju kendaraan dan mereka pun harus melintas
bergantian.
Material longsoran
menutup separuh badan jalan utama Pacitan-Purwantoro kilometer 53 ,
tepatnya di dusun Klepu,Desa Gondang Kecamatan Nawangan Pacitan. Longsor tejadi
pada kamis malam dari tebing setinggi 8 meter dan sempat membuat arus lalu
lintas jalur pacitan purwantoro tersendat. Karena material longsoran berupa
tanah, batu dan pohon menutup seleuruh badan jalan.
Agar bisa dilalui, warga setempat kemudian bergotong royong
membuka jalan menggunakan alat seadanya, namun hingga saat ini separuh badan
jalan utama pacitan nawangan tersebut masih di tutupi material longsoran,
sehingga kendaraan yang melintasi jalur tersebut harus secara bergantian.
Warga setempat pun memasang rambu berupa karung goni
disekitar lokasi, agar dapat dilihat oleh kendaraan yang melintas. “Hal ini
dilakukan guna menghindari kecelakaan karena musim hujan, dengan kondisi jalan
yang licin serta minimnya lampu penerangan di sekitar lokasi” kata Yahmin salah
satu warga setempat
Sementara itu, untuk sisa material yang masih menutup
separuh badan jalan tersebut masih dibiarkan dan berharap adanya bantuan pemerintah,mengingat
jalur tersebut menjadi jalur utama yang menghubungkan dua kecamatan di Pacitan.
(tn)
Minggu, 20 Januari 2019
Tertimpa longsoran batu, satu rumah di Pacitan rusak parah
Nawangan - lensapacitan.com, Hujan dengan intensitas sedang selama dua hari berturut-turut menguyur sebagian wilayah di Kecamatan Nawangan mengakibatkan bencana tanah longsor dan menimpa rumah salah satu warga.
Rumah milik Bapak Kartimin warga Rt/Rw 03/06 Dusun Wonodoyo Desa Sempu Kecamatan Nawangan Pacitan tertimpa matrial batu besar hinggga dinding rumahnya jebol.
Batu yang longsor dari bukit belakang rumah yang berjarak 3 meter dari rumah menghantam dinding kamar hingga jebol, dan bangunan rumah pun miring. Beruntung penghuni rumah yang sedang asik menonton televisi bisa menyelamatkan diri.
Menurut Atik Vidianti, Peristiwa tersebut terjadi saat tidak turun hujan " cuaca saat itu cerah, tiba-tiba ada suara gemuruh dari belakang rumah dan kami yang lagi nonton tv langsung lari keluar" katanya
Senin pagi, warga kemudian berdatangan untuk membantu mengevakuasi material longoran dan menyelamatkan perabot rumah tangga yang masih dapat dipergunakan. sebagaian warga juga merenovasi didnding rumah yang jebol menggunakan papan kalsiboard.
Untuk sementara penghuni rumah tingggal didapur, karena masih takut longsor susulan kembali terjadi, mengingat intensitan hujan diwilayah tersebut masih cukup tinggi. (tn)

