Klik Pacitan: Tower Sutet Roboh
Tampilkan postingan dengan label Tower Sutet Roboh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tower Sutet Roboh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2019

Polisi Lakukan Oleh TKP, Robohnya Tower Sutet di Pacitan

TULAKAN - lensapacitan.com, Dugaan penyebab robohnya tower T-54 muncul dari pihak kepolisian. Adanya penarikan antara tower SUTET yang hendak direlokasi dengan tower SUTET yang lain menjadi poin dalam olah tempat kejadian perkara (TKP).

‘’Dugaan sementara, tower roboh karena adanya tarikan kabel baru. Kemungkinan cor pondasi tower tidak kuat menahannya kemudian pondasi dan tanah terangkat,’’ ungkap Kapolsek Tulakan Iptu Agus Irianto.

Aparat kepolisian sudah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Agus tidak mengindikasi adanya unsur kelalaian. Pun, dipastikannya bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja, lanjutnya, robohan tower menimpa lahan sengon milik warga setempat.

‘’Barang bukti masih di TKP. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (not)

Jumat, 18 Oktober 2019

Diduga Terdampak Tanah Gerak, Tower Sutet PLTU Jatim 1 Roboh

TULAKAN - lensapacitan.com, P.T. PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) langsung mendatangi lokasi SUTET T-54 kemarin (18/10). Penyebab robohnya tower tersebut segera dikulik.

Senior Manajer Pemeliharaan Tejo Wihardiyono mengatakan, ambruknya tower dikarenakan adanya gejala tanah gerak. ‘’Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan studi dengan ITS Surabaya. Di sini termasuk tanah gerak. Kemungkinan besar karena kondisi itu,’’ kata Tejo.

Tejo menekankan, tidak unsur lain yang menyebabkan robohnya tower T-54. Dikatakannya, kondisi tanah gerak tidak hanya di tapak tower. Melainkan, termasuk lahan di sekitar tower dengan ketinggian sekitar 70 meter itu.

 ’’Transmisi (tower) ini mengalirkan listrik dari PLTU Pacitan dengan kapasitas 600 mega watt. Untuk disalurkan ke beberapa wilayah di Jatim dan Jateng bagian selatan,’’ jelasnya.

Robohnya tower T-54 tidak begitu banyak menimbulkan dampak. Tejo menuturkan, hanya sekitar satu jam terjadi pemadaman bagi wilayah aliran listrik melalui T-54. Pun, untuk beberapa pelanggan lokal di daerah Sudimoro. Setelah itu, lanjutnya, listrik sudah normal kembali.

‘’Untuk Pacitan, dialihkan melalui jaringan transimisi dari Ponorogo. Begitu juga daerah-daerah terdampak lain yang juga dilakukan pengalihan seperti itu. Karena, saluran seperti ini nyambung secara interkoneksi,’’ paparnya.

Dengan adanya insiden tersebut, pihak PLN tidak mengalami kerugian dalam hal pemakaian. Tejo mengklaim begitu lantaran dampak pemadaman yang terjadi hanya sekitar satu jam. Kendati begitu, robohnya tower T-54 juga merembet ke tower T-53 dan T-56 yang patah pada bagian ujung. Sementara itu, harga satu tower SUTET mencapai Rp 400 juta. ‘’Kalau yang roboh ini akan diganti total nanti,’’ ujarnya.

Sejatinya, tower T-54 termasuk dalam daftar relokasi. Itu berdasar studi yang dilakukan pihak PLN dengan akademisi. Namun demikian, saat roboh pada Kamis malam (17/10), tower T-54 belum tersentuh pengerjaan. Tejo mengatakan, tim pengerjaan baru memperbaiki T-56 yang berjarak sekitar 800 meter dari T-54.

‘’Sebelum roboh, tidak ada tanda-tanda teknis. Beda dengan T-56 yang sudah kelihatan bengkok pada di ujung pada bagian transmisinya,’’ pungkas Tejo. (not)

Trauma Ambruknya Tower Sutet Warga Memilih Mengungsi


TULAKAN - lensapacitan.com, mbruknya tower saluran udara tegangan ekstra tinggi atau sutet di Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan tidak hanya membuat listrik disejumlah wilayah padam. Namun warga yang bermukim di area ambruknya tower itu masih trauma. Apalagi warga mendengar ledakan dan gempa akibat robohnya sutet saat mereka terlelap tidur.

"Yang jelas, masih trauma, sampai istri saya gak bisa bicara pasca kejadian," kata Kaderi (61) Warga Dusun Gowong, Desa Bungur, Kecamatan Tulakan (18/10/2019).

Kaderi bersama istri dan kedua anaknya memilih mengungsi ketempat ibunya. lantaran tower sutet yang hanya berjarak 50 meter dari rumahnya itu patah di bagian atas. Sedangkan jaringan listrik tepat berada di atas atap rumahnya.

"Inikan sudah patah, dan tadi malam ledakan cukup keras, jadi kami tidak berani tinggal disini," jelas Kaderi.

Pasca kejadian semalam, ia memilih mengungsi kerumah anaknya yang berjarak 1 kilometer. Pagi hari ia pulang lagi kerumah untuk mengemasi barang-barangnya yang akan dibawa kerumah ibunya.

"Setelah kejadian, saya ngungsi kerumah anak saya, dan ini juga mau pindah kerumah ibu mertua di Desa Tulakan," lanjutnya.

Rumah yang ia huni sejak tahun 2004 itu, sementara akan ditinggal. Ketempat yang lebih aman dan akan kembali setelah pengerjaan tower itu selesai.

"Ya sampai perbaikan ini selesai, kami baru akan kembali menempati rumah inj lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Kamis (17/10/2019) malam sebuah tower sutet jaringan listrik PLTU JATIM 1, ambruk, dan tiga tower lainnya patah. (not)

Tower Sutet Rusak Berada Disamping Gedung, Siswa Sekolah Dasar Diliburkan

TULAKAN - lensapacitan.com, Pihak Sekolah Dasar Negeri  Tulakan 3, terpaksa meliburkan seluruh siswanya lantaran takut kejadian ambruknya tower sutet terulang kembali. Karena salah satu tower yang berdiri disamping bangunan sekolah itu kondisinya sudah rusak.

"Salah satu tower yang terdampak tepat berada disamping gedung, jadi sangat mengkhawatirkan bagi anak didik," kata Suyadi, Guru Kelas Di SDN Tulakan 3, Jumat (18/10/2019).

Jumat pagi (18/10/2019) Gedung Sekolah Dasar Negeri Tulakan 3 tampak lengang, tidak ada proses belajar mengajar seperti biasanya. Hanya ada pekerja yang melakukan aktivitas perbaikan gedung sekolah. Ini setelah pihak sekolah miliburkan seluruh siswanya, pasca kejadian ambruknya tower sutet jaringan listrik PLTU Jatim 1 kamis malam.

"Setelah berkoordinasi dengan semua guru dan juga komite sekolah, maka seluruh siswa hari ini kita liburkan," lanjutnya.

Diliburkannya sekolah itu, lantaran, satu dari empat tower yang rusak, berada tepat disamping ruang kelas, dan kondisi penyangga kabel itu sudah ada yang patah. Sehingga mengkhawatikan keselamatan 67 siswanya.


"Tower bagian atas ada yang patah, dampak ambruknya tower lainnya, dan kebetulan berada diatas ruang kelas," jelas Suyadi.

Saat ini pihak sekolah masih menunggu himbauan dari teknisi, apakah sekolah tersebut aman untuk dilakukan proses belajar mengajar. Jika tidak, pihak sekolah akan mencari solusi diantaranya proses KBM akan dipindahkan kerumah warga setempat.

"Belum tau nanti, kalau memang membahayakan, sekolahnya pindah kerumah warga," pungkasnya.(not)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi