Klik Pacitan: Pemilu 2019
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2019. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2019. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2019

Jelang Sidang PHPU di MK, MUI dan NU Pacitan Tolak Segala Aksi Kerusuhan

Jelang Sidang PHPU di MK, MUI dan NU Pacitan Tolak Segala Aksi Kerusuhan


PACITAN - lensapacitan.com, Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang bakal digelar tak lama lagi, juga mendapat respon Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pacitan Aris Mashudi menyatakan menolak adanya kerusuhan jelang Keputusan MK.





“Seluruh bangsa indonesia tak terkecuali juga di Pacitan (hendaknya) bisa dapat menahan diri dari ajakan yang berpotensi mengajak kerusuhan, sehingga menyebabkan terpecahnya NKRI. Ayo sama-sama tolak perusuh dengan memberi contoh menjaga Pacitan tetap aman dan membantu TNI-Polri wujudkan NKRI yang damai,” kata Aris Mashudi.





Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sdr. Mahmud Pacitan juga menyatakan sangat menolak semua aksi kerusuhan yang dapat merusak kehidupan berbangsa. “Apapun (tindakan) itu yang menimbulkan kerusuhan, (kami) secara tegas menolak. Sebab kita harus bersama-sama bangkit membantu TNI-Polri mewujudkan NKRI yang aman, damai dan tentram. Kami melarang warga Pacitan, khususnya Nahdliyin, terlibat dalam aksi tersebut.,” tegasnya.





Baik dari pendukung pasangan calon presiden 01 Jokowi-Ma’ruf Amin maupun 02 Prabowo-Sandiaga Uno diminta saling menghormati. Kamu tidak ingin kegaduhan Pilpres 2019 berlarut-larut. ‘’Harapan kami semua menjaga keutuhan, persatuan umat dan bangsa. Jangan sampai terpengaruh situasi di pusat. Terlebih mengikuti aksi. Kita tunggu keputusan MK,’’ ajak Ketua MUI dan Ketua PCNU Pacitan.





Kami dengan tegas mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya TNI Polri untuk mengusut tuntas pelaku kerusuhan pada 21-22 Mei 2019.


Jumat, 24 Mei 2019

Ormas Di Pacitan, Kecam Kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta

Ormas Di Pacitan, Kecam Kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta


PACITAN - lensapacitan.com, Ketua PCNU Kabupaten Pacitan, KH. Mahmud mengecam keras tindakan kerusuhan yang ada di Jakarta. Pasalnya kerusuhan yang terjadi sejak 21 hinga 22 Mei lalu membuat warga, khususnya pedagang di kawasan tanah abang menjadi korban. ‘’ Aksi tersebut sangat disayangkan, banyak korban berjatuhan akibat kerusuhan itu, Saya harap pelaku kerusuhan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, ’’ ungkapnya. Jumat (24/5/2019)





Mahmud tidak ingin banyak warga yang merugi. Untuk itu, kerusuhan tersebut harus segera disudahi. Anggapan adanya kecurangn wajib segera diselesaikan. Satu-satunya jalan dengan menempuh proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya lembaga tersebut mampu mengatasi masalah sengketa mulai pemilu legislatif hingga presiden. ‘’ Kami percaya lembaga tersebut (MK, Red) sangat profesional, ’’ imbuhnya.





Tidak ketinggalan, pria yang aktif dalam organiasi keagamaan sejak masa orde baru itupun memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri. Pasalnya dua instansi penegak hukum tersebut sigap dan profesional dalam mengatasi kerusuhan di jakarta. Dengan loyalitas TNI-Polri, masyarakat indonesia termasuk warga nahdlatul ulama (NU) merasa aman terlindungi. ‘’ Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak berdiri dengan pengawalan TNI dan Polri, ’’ jelasnya.





Senada dengan Mahmud, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pacitan, Aris Mashudi menyanyangkan munculnya kerusuhan di Tanah Abang Jakarta. Pasalnya permasalahan emosi akibat ketidakpuasan hasil rekapitulasi pemilu berujung pada kerusuhan dengan munculnya korban jiwa dan kerugian materi. Padahal permasalahan tersebut bisa terselesaikan melalui aturan hukum di MK. ‘’ Kami berpendapat bahwa berbagai bentuk kecurangan harusnya segera diselesaikan di MK, sehingga tidak muncul salah pengertian hingga berujung konflik, ’’ tambahnya.





Menurutnya aksi provokasi yang terjadi diibukota disebutnya membahayakan kesatuan bangsa. Dia pun memberikan dukungan kepada TNI-Polri. Pasalnya instansi hukum tanah air tersebut bekerja secara bijaksana. Tidak ikut tersulut dengan provokasi dalam kerusuhan 21 dan 22 Mei itu. Harapannya, kondisi tersebut juga menular ke masyarakat Pacitan ‘’ Jangan terpengaruh kerusuhan di Jakarta, ’’ tuturnya sambil mengapresiasi kesadaran tokoh politik di pacitan yang memiliki kedewasaan tinggi. (not)


Senin, 20 Mei 2019

Polres Swiping Di Terminal Bus, Antisipasi Masa Jelang Aksi 22 Mei

Polres Swiping Di Terminal Bus, Antisipasi Masa Jelang Aksi 22 Mei


PACITAN – lensapacitan.com,
Pengamanan  gelombang masa menjelang Aksi 22 Mei mendatang
di lakukan di sejumlah titik di Pacitan, salah satunya di Terminal Bus
Kabupaten Pacitan. Petugas gabungan dari Polisi dan Dishub memeriksa penumpang
bus yang hendak keluar terminal pagi tadi. Meski belum menemukan pergerakan
masa yang mencurigakan, namun operasi ini akan terus dilakukan hingga
pengumuman hasil Pemilu dan Pilpres tuntas. 





Petugas
memeriksa secara selektif bus yang keluar masuk di terminal. Tak hanya itu,
identitas penumpang dan barang bawaan juga tak luput dari pemeriksaan. “Semua penumpang kami periksa tujuan dan juga identitasnya, untuk
memastikan mereka tidak akan kejakarta untuk mengikuti aksi,” Kata Kasat
Shabara Polres Pacitan, AKP.
Moch Samsul.





Selain
mengantisipasi menjelang pengumuman hasil pemilu 2019 di KPU, juga dalam rangka
menjaga Kamtibmas selama bulan Ramadhan dan Idul fitri mendatang. Tidak hanya
di terminal, petugas juga melakukan pengamanan ketat di area perbatasan yang
disinyalir menjadi titik kumpul dan keberangkatan massa. Razia ini akan terus dilakukan hingga
pengumuman hasil Pemilu 2019 yang di lakukan KPU RI tuntas. “ kami akan terus melakukan pengamanan disejumlah
titik sampai semua proses pemilu selesai,” Pungkasnya.(not)


Minggu, 05 Mei 2019

Bupati Apresiasi Kesuksesan Pelaksanaan Pemilu di Pacitan

Bupati Apresiasi Kesuksesan Pelaksanaan Pemilu di Pacitan


PACITAN - lensapacitan.com, Pelaksanaan Pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil presiden, DPD dan DPRD di Kabupaten Pacitan berjalan aman, lancar dan kondusif sampai proses rekapitulasi tingkat Kabupaten sepenuhnya usai.





Bupati Pacitan Indartato pun sangat mengapresiasi seluruh komponen dan masyarakat dalam ikut berpartisipasi mensukseskan pemilu 2019. Ia pun sangat berterimakasih terutama kepada Personel pangamanan dari Polres Pacitan bersama Kodim 0801 Pacitan, sehingga pemilu yang rawan konflik ini bisa adem ayem (not)






https://youtu.be/EOXQq5gEuuM

Selasa, 30 April 2019

KPU Pacitan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi, Targetkan 2 Hari Selesai

KPU Pacitan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi, Targetkan 2 Hari Selesai


PACITAN - lensapacitan.com, KPU Kabupaten Pacitan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019. Rapat akan digelar selama 2 hari untuk merekapitulasi total dari 12 kecamatan.





"Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara setelah dilakukan rekap tingkat kecamatan. Dan saat ini kita sudah memasuki tahapan tingkat kabupaten dan kami targetkan selama 2 hari," kata Komisioner KPU Pacitan, Selasa (30/4/2019).





Dahmudi menambahkan, pihaknya mengaku setiap rapat pleno, pihaknya mengestimasi per harinya 6 kecamatan. Dia menargetkan 12 kecamatan se Kabupaten Pacitan,"perhari kita selesaikan 6 kecamatan, dan besuk 6 kecamatan lagi," Imbuhnya.





Berdasarkan PKPU No 4 tahun 2019. Mekanisme pembacaan dilakukan oleh kecamatan kecamatan dan per daerah pemilihan. (not)


Jumat, 26 April 2019

Pasca Pemilu, Polres Gelar doa Bersama Untuk kesembuhan Pejuang Pemilu

Pasca Pemilu, Polres Gelar doa Bersama Untuk kesembuhan Pejuang Pemilu


PACITAN - lensapacitan.com, Pasca perhelatan Akbar pemilu 2019, Polres Pacitan menggelar doa bersama di Halking Pendopo Kabupaten Pacitan Jum,at (26/4/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, Kapolres Pacitan, Forkopimda serta ketua KPU dan Bawaslu Kabupaten Pacitan.





Dalam sambutannya, Bupati Pacitan mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen yang telah berhasil menyelenggarakan pesta demokrasi yang aman tentram dan kondusif.  "Kesuksesan pemilu ini adalah kesuksesan kita bersama, semoga pemilu ini menjadi kemajuan bangsa dan negara," Ucap Bupati Pacitan, Indartato dalam sambutannya.





Doa dan Silaturahmi bersama komponen masyarakat dan penyelenggara pemilu ini sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya pemilu yang damai. Sekaligus mendoakan para pejuang pemilu yang mengalami sakit dan kecelakaan agar segera pulih. "ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus syukur kita kepada Allah SWT, kata Kapolres Pacitan, AKBP. Sugandi.





Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat pacitan supaya menjaga keamanan dan ketertiban usai proses pemilu yg belum sepenuhnya kelar yang dapat mengakibatkan perpecahan. (not)


Kamis, 25 April 2019

Anggota PTPS di Pacitan, Alami Kecelakaan Saat Kawal Kotak Suara Ke PPS

Anggota PTPS di Pacitan, Alami Kecelakaan Saat Kawal Kotak Suara Ke PPS


BANDAR – lensapacitan.com, Korban Pejuang demokrasi terus bertambah. Kali ini berasal dari Badan Pengawasan pemilu (Bawaslu) Pacitan. Salah seorang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) TPS 10 Desa/Kecamatan Bandar, Tumirin mengalami kecelakaan saat bertugas. ‘’Pada 18 April lalu saat melakukan pengawalan kotak dari TPS ke PPS desa setempat, ’’ beber Ketua Bawaslu Pacitan, Berty Stevanus.





Dari informasi yang dihimpun sepeda motor yang dikendari Tumirin saat pengawalan kotak suara menabrak mobil dari arah berlawanan usai menghindari mobil lain yang parkir. Akibatnya terdapat jari kaki yang patah. Sedangkan di bagian kepala terjadi pendarahan. Tumiran yang sempat dibawa ke Puskemas Bandar pun di rujuk ke RSUD dr Darsono Pacitan. ‘’ Kalau tidak salah sampai menginap satu atau dua hari, ’’ tambahnya.





Kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi akibat Tumirin kelelahan hingga mengantuk. Kondisi fisik yang tidak prima membuat konsentrasinya turun. Berty mengaku jika kondisi Tumirin bakal dilaporkan ke Bawaslu RI. Terkait kebijakan atas laporan tersebut, pihaknya menunggu keputusan Kementerian terkait rencana pemberian santunan. Diakuinya pengajuan santuan Rp 16 juta hingga Rp 36 juta. Tergantung kondisi petugas penyelanggara pemilu. Dia pun menambahkan jika muncul rencana tambahan santuan dari Pemerintah Provinsi. Besarannya Rp 5 juta. ‘’ Nanti sumbernya dari APBD, ’’ imbuhnya. (fer)


Rabu, 24 April 2019

83 Pejuang Pemilu di Pacitan Sakit, Setelah Pencoblosan

83 Pejuang Pemilu di Pacitan Sakit, Setelah Pencoblosan


PACITAN - lensapacitan.com, Puluhan jam bertugas di hari pencoblosan, para pahlawan demokrasi di Pacitan mulai tumbang, Selain Eka Setyowati yang keguguran akibat menjalankan tugas di TPS 01, Desa Ketro, Tulakan sebagai Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), ternyata masih banyak petugas penyelanggara pemilu lainnya sakit. Dari data yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan totalnya mencapai 38 ‘pejuang pemilu’. ‘’ Saat ini masih ada beberapa petugas penyelenggara pemilu yang opname di rumah sakit, ’’ ungkap Ketua KPU Pacitan, Damhudi.





Sebelum hari pemungutan suara saja, sudah ada laporan pejuang pemilu yang mengalami musibah. Menurutnya pendataan tersebut sudah sejak hari pelaksanaan pemungutan suara dilakukan. Pasalnya muncul laporan dari sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bahwa beberapa petugas KPPS menghadapi musibah. Mulai kecelakaan hingga kondisi kesehatan yang drop.





Hingga saat ini (24/4) sudah terdata 38 pejuang pemilu yang mengalami masalah kesehatan. Dari 38 pejuang pemilu itu, 24 diantaranya menjadi petugas KPPS, 8 orang di PPS dan 4 Orang bertugas di PPK kecamatan sedangkan 2 orang lainnya bertugas sebagai pengaman TPS. pejuang pemilu yang didata yakni petugas yang mengalami musibah mulai distribusi logistik hingga rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. ‘’ Mulai petugas KPPS, PPS dan PPK, ’’ pungkasnya.


Enam Kecamatan di Pacitan Telah Selesai Rekap Penghitungan Suara

Enam Kecamatan di Pacitan Telah Selesai Rekap Penghitungan Suara


Pacitan - lensapacitan.com, 6 dari 12 Kecamatan telah selesai melakukan penghitungan suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK), ribuan logistik mulai kembali ke sekertariat KPU kemarin (24/4). Kotak, beserta surat suara dan berkas lainnya itu diangkut menggunakan truk tertutup serta pengawalan dari Polres setempat. ‘’Pertama kali yang datang dari kecamatan Sudimoro,’’ ujar Sulis Setyorini, Anggota Komisioner Divisi logistik KPU Pacitan.





Proses penghitungan suara yang dilakukan sejak Kamis (18/4) lalu beberapa kecamatan telah menyelesaikan rekap yang dilakukan. Meski dari 12 kecamatan, tak semua perhitungan dimulai bersamaan. Jumlah desa dan tempat pemungutan suara (TPS) yang berbeda menambah selisih waktu pengembalian logistik ke KPU.





Sementara itu, untuk kota Pacitan sendiri diprediksi bakal jadi PPK terlama untuk proses rekap perhitungan. Pasalnya, dari jumlah TPS sendiri tercatatat terbanyak kedua setelah Tulakan. Dengan 239 TPS dan 25 desa/kelurahan. Untuk batas akhir sendiri, rekap ditingkatkan kecamatan mesti usai sebelum 4 Mei mendatang. Mensiasati hal itu, rencananya pihaknya bakal merekap logistik yang sampai terlebih dahulu. Sembari menunggu PPK lain bila belum usai melakukan perhitungan. ‘’Kita lakukan atensi keseluruh kecamatan namun Pacitan dan Tulakan selalu kita monitoring untuk proses rekapitulasinya,’’ pungkasnya. (not)


Selasa, 23 April 2019

Kelelahan, Seorang Anggota KPPS Keguguran Hamil 3 Bulan

Kelelahan, Seorang Anggota KPPS Keguguran Hamil 3 Bulan


TULAKAN – lensapacitan.com, Bertugas sebagai anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara atau KPPS pada pemilu 2019 menyisakan banyak duka mendalam, seorang anggota KPPS di Pacitan, Jawa Timur mengalami keguguran  kandungan, karena kelelahan saat proses pemungutan suara.





Nama Eka Setyowati, warga Dusun Krajan Desa Ketro, Kecamatan
Tulakan, Pacitan, yang direkrut KPU Kabupaten Pacitan, menjadi anggota kpps 4
dan bertugas di TPS 01 Desa Ketro, harus menerima nasib pahit. Wanita yang baru
menikah dengan Herman Sugiyanto pada bulan desember tahun 2018 lalu itu, telah
mengandung janin berumur 3 bulan. “ saya mendaftar KPPS karena kondisi badan
saya waktu itu baik-baik saja” kata Eka Setyowati.





Sejak bekerja sebagai anggota KPPS , Eka Setyowati tak
mengira pekerjaan sambilannya itu akan berpengaruh pada kesehatannya. Bahkan,
untuk mengejar honor sejumlah lima ratus ribu rupiah.





Namun sayang setelah bertugas sebagai anggota KPPS sejak dua
hari sebelum pemilu 17 April lalu, harus kehilangan janin yang ia kandung
selama sekitar tiga bulan itu. Kamis sore, ia merasakan nyeri diperutnya,
kemudia suami dan orang tuanya membawa Eka ke bidan desa setempat. “ mulai
bekerja dari membuat TPS, sampai pemungutan suara, Jadi gak ada istirahatnya”
imbuhnya.





Dirasa kondisinya semakin parah, ia kemudian dirujuk kesalah
satu rumah sakit di Kabupaten Ponorogo. Setelah menjalani pemeriksaan, janin
yang dikandung Eka tidak dapat tertolong, kemudian menjalani qiret pada jumat
pagi. Hasil diagnosa dokter, penyebab kegururan kandungan adalah kelelahan. Dokter
langsung melakukan operasi kuret rahim untuk membersihkan sisa-sisa
darah," ujarnya.





Ketua KPU Kabupaten Pacitan beserta anggota PPK Kecamatan
Tulakan kemudian membesuk Eka, dirumahnya, untuk melihat langsung kondisi salah
satu anggota KPPS tersebut, dan juga melakukan pendataan penyelanggara
pemungutan suara yang mengalami musibah.”Sesuai perintah KPU Pusat, kita
melakukan pendataan kepada petugas kita yang mengalami musibah” kata Damhudi
Ketua KPU Kabupaten Pacitan saat menjenguk anggota KPPS.





Di Kabupaten Pacitan sendiri hampir setiap kecamatan ada
penyelenggara pemilu yang sakit, dan harus menjalani perawatan intensif di
rumah sakit, bahkan ada anggota PPS yang mengalami kecelakaan saat distribusi
logistik. “Banyak teman kita di pacitan yang mengalami musibah setelah menyelenggarakan
Pemilu, kami akan terus melalakukan pendataan sampai besuk” imbuhnya.





“Pengorbanan luar biasa. tiga bulan kehamilannya karena
jalankan tugas di KPPS, dia keguguran, ini sangat miris, kita melihat
teman-teman penyelenggara yang tulus bekerja tanpa kebal lelah dengan risiko
yang sangat tinggi” Pungkas Damhudi (not)


Senin, 22 April 2019

Terkendala Server, Proses Situng KPU Pacitan Molor

Terkendala Server, Proses Situng KPU Pacitan Molor


PACITAN - lensapacitan.com, Proses Hitung cepat yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pacitan baru mencapai 50 Persen, Padahal KPU mentargetkan tanggal 22 April Proses Situng telah selesai. Molornya jadwal situng ini lantaran server KPU pusat lambat saat proses unggah dokumen. "Karena yang menggunakan server itu seluruh nusantara, jadi kami harus bersabar" Kata Sulis setyorini, Anggota KPU Kabupaten Pacitan saat ditemui di Kantornya.






Meski baru 50 persen dokumen yang baru terunggah, Namun proses pendataan dan pindai Formulir C1 dari setiap TPS di Kabupaten Pacitan sudah selesai. Saat proses pindai formulir C1 tidak ada masalah yang berarti, hanya penulisan formulir dari KPPS ada yang kurang jelas. "Semua proses pindai Formulir C1 sudah selesai, tinggal unggah dokumen, biasanya kami lakukan pada malam hari saat server tidak banyak yang mengunggah" Imbuhnya.






Proses hitung cepat yang dilakukan KPU Kabupaten pacitan sendiri dikakukan oleh 30 tenaga IT dari perguruan tinggi di lacitan dibantu staf KPU Kabupaten Pacitan. Rini mengungkapkan proses verifikasi dan unggah yang dilakukan secara nasional membuat website sittung sulit diakses, pun lemot. Ditambah jaringan internet sendiri lelet digunakan. Meski seluruh proses pindah dan pendataan formulir c1 dari 1973 tempat pemungutan suara (TPS) usai dalam tiga hari proses unggah justru molor dari jadwal. Pun hal tersebut terjadi hampir menyeluruh di kabupaten/kota di Indonesia. ‘’hari ini (kemarin,red) kita tetap berusaha menyelesaikan (upload, red) semuanya itu,’’ paparnya.






Terkait ada perpanjangan proses sittung, Rini mengaku masih menunggu perberitahuan dari KPU RI. Pun, lantaran bukan permasalahan spesifik di kabupaten Pacitan, dirinya memprediksi waktu pengunggahan bakal ditambah. Meski dirinya memperkirakan proses tersebut bakal lebih cepat ketimbang rekap manual yang dilakukan 29 April mendatang. ‘’Kita untuk ditingkat kecamatan (rapat pleno,red) masih sampai 4 mei kemungkinan masih cepat sittungnya,’’ terang Rini. (not)











Sabtu, 20 April 2019

Polisi Siaga Kerawanan Logistik Akibat Cuaca

Polisi Siaga Kerawanan Logistik Akibat Cuaca


Pacitan - lensapacitan.com, Tak hanya siaga gangguan keamanan, polisi Pacitan juga mengantisipasi kerawanan logistik akibat cuaca. Meski sejauh ini dinyatakan aman, namun mereka tak mau kecolongan.
Aparat sudah menyiapkan lokasi cadangan untuk penyimpanan kotak suara. Tentu saja itu baru difungsikan jika terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi merusak logistik pemilu.






"Kalau saat ini semua (logistik) sudah terkumpul dengan aman di PPK. Alhamdulillah tidak ada yang terkena air hujan," papar Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi di sela peninjauan di PPK Kecamatan Pacitan, Sabtu (20/4/2019) siang
Guna mencegah kemungkinan kerusakan akibat air hujan, pihaknya akan menggunakan armada angkut khusus. Kendaraan dimaksuda adalah truk-truk milik TNI/Polri yang dilengkapi rumah-rumah berbahan terpal di bagian atas. 






"Kita gunakan juga truk-truk TNI/Polri yang ada kapnya bisa kita pakai untuk mengirimkan logistik ke KPU," tandasnya. 
Sugandi membenarkan sebagian wilayah Pacitan memang rawan bencana. Termasuk di antaranya bencana banjir. Hal itu pun menjadi atensi khusus terkait pengamanan kotak suara beserta isinya.






Di samping tempat penyimpanan di masing-masing kantor kecamatan, pihaknya juga menyiapkan  penyimpanan cadangan. Tentu saja lokasinya mudah dijangkau serta aman dari ancaman keamanan maupun bencana alam. 






"Kami sudah patroli ke beberapa tempat sekaligus mengecek. Dan logistik sudah berada di tempat yang aman. Kalau di kecamatan rawan banjir (logistik) siap dipindah ke tempat yang aman," pungkasnya. (not).


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi