Klik Pacitan: Insfrastruktur
Tampilkan postingan dengan label Insfrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insfrastruktur. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2019

Perbaikan Tanggul Jebol Dusun Kiteran Dipercepat


PACITAN - lensapacitan.com, Pasca protes yang dilancarkan warga Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Bupati Pacitan Indartato bersama instansi terkait langsung meninjau proses pembangunan tanggul jebol.

Ditemui puluhan warga setempat, bupati melakukan diskusi terkait penanganan tanggul pengaman aliran sungai Grindulu itu.

"Jadi ini adalah hal yang wajar, jika masyarakat meminta menghendaki keamanan dan ketentraman dan meminta Pemda segera bergerak, itu hal yang sangat wajar," kata Indartato Bupati Pacitan (9/12/2019).

Tak lupa, Bupati mengucapkan permintaan maaf karena belum bisa memperbaiki tanggul secepatnya, karena penanganan tanggul itu menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

"Atas nama pemerintah, kami minta maaf karena belum kami keterlambatan ini, namun kita sudah berkoordinasi dengan BBWSBS terkait penanganan lebih lanjut," jelasnya lagi.

Pemkab Pacitan pun menggunakan anggaran APBD untuk pemasangan batu Boulder dan pada tahun 2020 menggunakan APBD induk.

"Ini mendahului proses, namun demi kepentingan warga jadi kita prioritaskan. Proses lelang akan dipercepat dan mudah-mudahan akhir Januari 2020 selesai ,"pungkas Indartato. (not)

Tanggul Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kiteran Pasang Spanduk


PACITAN - lensapacitan.com, Memasuki musim penghujan, keresahan warga Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan kian memuncak. Warga membentang dua spanduk area tanggul bertuliskan "Kami butuh tanggul !! Agar hak hidup kami nyaman, Dusun Kiteran jangan ditenggelamkan!!"

dan juga spanduk bertuliskan "Wis wayah udan, Endi Tanggule" 
"Ini sebagai ungkapan keresahan kami, karena ekonomi kami belum pulih pasca banjir yang merendam wilayah ini, apalagi musim hujan akan segara tiba,"keluh Slamet Riyadi (39) warga dusun kiteran, (9/12/2019).

Ia menambahkan kekhawatiran warga muncul ketika memasuki musim penghujan, bahkan sebagian warga memilih menjual ternak mereka lantaran takut kejadian dua tahun lalu kembali terulang.

"Kambing, ayam dan hewan ternah lainnya dijual, karena takut banjir, karena warga disini masih trauma, bahkan ekonomi kita belum pulih," Lanjutnya.

Tanggul pembatas aliran sungai Grindulu yang jebol pada bencana banjir 2018 lalu hingga kini belum diperbaiki. Warga berharap tanggul Kiteran segera diperbaiki.

Bahkan warga bersedia bergotong royong memperbaiki tanggul, asal pemerintah mau menyediakan material.

"Kami siap gotong royong memperbaiki tanggul ini, tidak usah dibayar, asal disediakan materialnya," Pungkas Slamet.(not)

Rabu, 20 November 2019

Jembatan Dibangun, Warga Nekat Sebrangi Sungai


Jembatan Gegeran Arjosari

ARJOSARI - lensapacitan.com, Pembangunan jembatan Gegeran baru mencapai tiang dan sayap jembatan. Warga sangat menantikan jadinya jembatan penghubung antar kecamatan itu. Untuk sementara warga nekat menyeberangi sungai Grindulu.

‘’Inginnya ya cepat selesai, penting sekali jembatan ini untuk warga sini,’’ kata Sukatno, (62) warga Dusun Krajan Wetan, Desa Gegeran, Arjosari, Pacitan (19/11/2019).

Jembatan merupakan penghubung antara Kecamatan Arjosari dengan Tulakan. Keberadaan jembatan Gegeran sangat dibutuhkan untuk membantu aktivitas warga yang hendak menjual hasil bercocok tanam. Baik dari Kecamatan Arjosari ke Kecamatan Tulakan maupun sebaliknya.

Pada musim kemarau ini, warga Kecamatan Arjosari sedikit diuntungkan dengan surutnya aliran sungai Grindulu. Kondisi seperti itu, dimanfaatkan sebagai jalur pintas sembari menunggu jembatan Gegeran rampung dibangun.

‘’Pas kemarau masih bisa nekat menyeberang sungai, tapi kalau musim hujan sudah tidak bisa,’’ ujarnya.

Sekitar 300 meter sebelah utara jembatan, warga biasa menerobos aliran Sungai Grindulu. Terlebih, mereka yang mengemudikan kendaraan roda empat atau lebih. Namun, tak jarang pula mereka yang bermotor ikut-ikutan nekat dengan dalih jarak lebih dekat.

Sukatno mengatakan, sebenarnya ada jalur lain yang bisa ditempuh. Namun, mesti memutar jauh hingga dua kali lipat.

‘’Dari sini ke Tulakan kalau menerabas sungai cukup satu jam. Kalau harus lewat Pacitan, bisa sekitar dua jam,’’ ungkapnya.(not)

Kamis, 14 November 2019

Jembatan Kedungbendo Belum Digunakan Kok Dibongkar Lagi?

ARJOSARI - lensapacitan.com, Jembatan Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan dibongkar total pada  Kamis (14/11/2019).

Dari pantauan lensapacitan.com sejumlah pekerja masih melakukan aktifitas pembongkaran didua sisi jembatan. Tumpukan besi baja sisa bongkaran jembatan masih berserakan disekitar aliran sungai Grindulu.

Menurut penuturan warga setempat, jembatan penghubung 3 dusun di Desa Kedungbendo itu mulai dibongkar semalam.

"Mulai tadi malam jembatan dibongkar," kata Anang warga setempat, (14/11/2019).

Masyarakat sekitar belum sempat menggunakan sarana penyeberangan yang selesai dibangun tahun 2018 itu. Selama jembatan belum bisa digunakan warga membangun jembatan darurat dari bambu.

Warga Dusun Banyuanget, Ngasem, dan Jati kesulitan untuk keluar masuk kampung mereka. Pasalnya, Jembatan tersebut akses termudah warga menuju seberang Sungai Grindulu.  Terutama jika ingin ke Pacitan kota, pasar, dan lokasi lainnya.

‘’Kalau tidak lewat jembatan darurat harus memutar lewat jembatan Kebon yang lumayan jauh,’’ sebutnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Ramlan tidak mengetahui kenapa jembatan tersebut dibongkar. Karena pengerjaan proyek jembatan itu kini diambil alih Satker Wilayah II Jawa Timur.

"Setelah kejadian kemarin semua tahapan diambil alih oleh Satker, termasuk jembatan Banjarsari II," ungkap Ramlan ( 14/11/2019).

Jembatan Kedungbendo yang dibongkar tersebut dikerjakan dalam satu paket proyek dengan Jembatan Banjarsari II yang runtuh beberapa waktu lalu. Anggaran dua jembatan ini mencapai Rp6,08 miliar. (not)

Selasa, 12 November 2019

Jelang Musim Penghujan, Pengerjaan Tanggul Kembang Belum Selesai

PACITAN - lensapacitan.com, Tanggul Sungai Grindulu di dusun Kiteran, Desa Kembang Pacitan yang jebol pada bencana banjir 2018 lalu. Hingga kini, belum banyak diperbaiki lantaran minim anggaran.

 ‘’Warga di sini takut dan ketar-ketir,’’ kata Bani Ismanto, warga setempat, Senin (11/11/2019).

Dua wilayah rukun tetangga (RT) di dusun ini tahun lalu diterjang banjir hebat akibat tanggul sungai jebol. Rumah sekitar 350 kepala keluarga (KK) terendam setinggi rata-rata tiga meter. Ruang dapur Bani pun hilang. Warga sekitar tak mau peristiwa itu terulang.

 ‘’Sebelumnya (2017), jembatan putus karena banjir juga. Tapi, yang lebih penting itu tanggul agar air tidak meluap ke permukiman,’’ harapnya.

Bani dan warga lain hanya bisa berharap kepada pemerintah setempat. Perbaikan tanggul sungai sangat ditunggu-tunggu. Sementara, mereka sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu banjir bandang menerjang.

 ‘’Apalagi sudah mendekati musim penhujan. Potensi meluapnya Sungai Grindulu semakin tinggi karena tanggul belum jadi,’’ ungkapnya. (not)

Minggu, 11 Agustus 2019

Tanggul Jebol Belum Diperbaiki, Puluhan Warga Cemas

PACITAN - lensapacitan.com, Sejumlah warga Dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan cemas terdampak luapan air sungai grindulu. Pasalnya pasca banjir yang terjadi sejak awal maret tahun lalu yang membuat tanggul sepanjang 60 meter jebol belum juga tersetuh perbaikan. Luapan air sungai di pastikan naik hingga kepemukiman jika hujan melanda Pacitan.

Lambang, salah satu warga yang rumahnya hanya terpaut beberapa meter dari bibir sungai mengaku jengkel terhadap pemerintah yang tak cekatan dalam menanggulangi bencana. apalagi, tanggul tersebut sudah rusak sejak setahun terakhir. "Pemerintah seharusnya lebih tanggap dengan kekhawatiran warga, karena sebentar lagi memasuki musim penghujan," Keluh Lambang.

Mestinya harus ada perbaikan minimal membuat bronjong di area tanggul yang jebol. saat ini warga hanya berharap tanggul diselesaikan sebelum musim penghujan tiba. "Kalau memenang belum bisa memperbaiki secara permanen, harusnya dibronjong dulu," Tambahnya.

Sementara itu,Bupati Pacitan, Indartato mengaku jika kewenangan tanggul menjadi tanggungjawab balai besar wilayah sungai bengawan solo (BBWSBS). Menurutnya koordinasi terkait penanganan tanggul sudah pernah dilakukan sekitar tiga minggu terakhir. Dia bahkan bertemu dengan kepala bbwsbs untuk membahas perbaikan tanggul.

"Terkait tanggul jebol itu menjadi kewenangan Bbwsbs, kami sudah berkoordinasi terkait perbaikan tanggul ini kedepan," Ungkap Bupati.

Seperti yang diketahui, tanggul jebol ini terjadi akibat banjir yang melanda Pacitan pada bulan maret tahun lalu. Sejumlah fasilitas infrastruktur rusak, diantaranya tanggul di Desa Kembang, Bolosingo, Ploso dan Sirnoboyo. (not)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi