Klik Pacitan: Bencana
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2021

Tanggap Potensi Tsunami, Rumah Zakat Rancang Simulasi bersama Pentahelix


PACITAN, lensapacitan.com, Gempa bumi berkekuatan 8,7 Skala Richter mengguncang Pacitan pada Kamis 30 September 2021. Gempa tersebut mengakibatkan Tsunami yang berdampak pada pesisir Jawa timur termasuk Kabupaten Pacitan. Hanya dengan waktu 26 menit air laut menerjang Pacitan dengan ketinggian gelombang mencapai 28 meter. 

Ini adalah penggalan kerangka acuan kerja (KAK) simulasi evakuasi mandiri menuju Tempat Evakuasi Akhir (TEA) sesuai protokol kesehatan yang akan disimulasikan pekan depan. Kerangka tersebut disusun kemarin (27/9/2021) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan. 

Kerangka skenario simulasi ini dibuat oleh berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pacitan, mahasiswa, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), komunitas dan sejumlah relawan di Pacitan, termasuk relawan Rumah Zakat. 



Dalam simulasi tersebut relawan Rumah Zakat bersama kelompok binaan yang berada di Desa Sirnoboyo dan Desa Kembang turut berperan mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan simulasi pada bulan Oktober nanti. 

"Ada dua kelompok besar dampingan Rumah zakat, yaitu FPRB Desa Sirnoboyo, dan Jangkar Segoro Kidul juga akan kami libatkan, selain untuk mendukung simulasi tersebut juga untuk menambah wawasan mitigasi bencana sehingga dapat membentuk masyarakat pesisir yang semakin tangguh, " kata Indar Siswoyo, Relawan Rumah Zakat.

Rabu, 22 September 2021

Kurangi Resiko Bencana, Rumah Zakat Pasang Rambu Evakuasi Tsunami


PACITAN - lensapacitan.com, Sebagai upaya mitigasi terhadap potensi bencana gempa berkekuatan besar dan potensi Tsunami di wilayah pesisir Pacitan. Relawan Rumah Zakat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, dan masyarakat setempat memasang jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

"Ada 10 titik rambu yang kita pasang hari ini, yang dimulai dari titik terdekat dari pesisir pantai hingga titik kumpul, " kata Indar Siswoyo, Relawan Rumah Zakat disela-sela memasang rambu (22/9/2021).

Desa Kembang merupakan wilayah zona merah Tsunami berdasarkan pemetaan BMKG, dan wilayah yang rawan bencana gempa, tsunami, gelombang pasang dan banjir (rob).

Pemasangan rambu jalur evakuasi dan peringatan dini bencana di Desa Kembang terpasang mulai dari tepi pantai tersebar di 5 dusun sampai dengan lokasi titik kumpul dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana pesisir.

Sebelumnya Relawan Rumah Zakat bersama kelompok masyarakat Jangkar Segoro Kidul telah membentengi wilayahnya dengan penanaman mangrove sebagai Green Belt dari terjangan gelombang pasang Pantai Pancer Door.

Selain itu, Mangorve yang ditanam mulai tahun 2017 lalu itu, akan dijadikan salah satu obyek wisata Konservasi mangrove. Ini sebagai upaya pembentukan desa tangguh pesisir. (not)

Sabtu, 28 Agustus 2021

Mahasiswa UNS Edukasi Bencana Pada Warga Pesisir Pacitan


PRINGKUKU - lensapacitan.com, Potensi gempa megatrust yang memicu potensi Tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 20 meter, membuat reaksi beragam di beberapa wilayah termasuk di kabupaten Pacitan. Dalam release BMKG wilayah Kabupaten Pacitan juga termasuk dalam rangkaian garis pantai selatan Jawa. Pun pemukiman padat penduduk yang berada di wilayah pesisir menjadi ancaman tersendiri. 


Kelompok mahasiswa ini lantas membangkitkan kembali mitigasi bencana berbasis masyarakat. Puluhan mahasiswa itu menggandeng pemerintah desa,  mulai dari kepala dusun, karang taruna, perangkat desa dan warga setempat hingga BPBD kabupaten Pacitan. 


"Penyebaran edukasi lebih giat dan pembentukan berbagai sumberdaya khusus mengenai informasi kebencanaan, salah satunya pembentukan Kampung Siaga Bencana, " jelas Annisa Wulandari salah seorang mahasiswa. 


Mahasiswa semester enam Universitas Sebelas Maret ini berinisiatif untuk mengelola pelaksanaan Kampung Siaga Bencana yang baru terbentuk pada bulan Juni tahun 2021 lalu. Sebagai salah satu bentuk pewujudan yakni dengan melaksanakan kegiatan Diskusi Terbuka yang dihadiri oleh 15 kepala dusun, dan perwakilan dari komponen Kampung Siaga Bencana dan juga warga dari Desa Candi sendiri. 


Kegiatan yang dibuka langsung oleh kepala desa ini dilanjutkan dengan pelaksanaan diskusi dua arah antara penyampai materi dengan peserta. Harapan dari dilakukannya kegiatan ini sebagai awal pijakan bagi Desa Candi dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana. Mereka membuat peta administrasi, penggunaan lahan, hingga peta resiko bencana. 


"Selesai diskusi kita melakukan pemetaan zona bahaya, membuat peta administrasi, hingga edukasi kepada warga bagaimana mengolah lahan agar tidak menimbulkan bencana, " Pungkas Annisa (nis)

Senin, 29 Maret 2021

Rumah Zakat Dan Pelanggan Tokopedia Tanam Ribuan Mangrove Di Sungai Pancer

PACITAN, lensapacitan.com, Sebanyak 2000 bibit tanaman mangrove, ditanam serentak di kawasan Pancer muara sungai Grindulu Desa Kembang Kecamatan kota Pacitan Senin (29/3/2021). Penanaman serentak ini dilakukan untuk menahan abrasi sungai dan gelombang tinggi pantai selatan pacitan dan menciptakan hutan mangrove untuk penunjang sarana wisata mangrove.

Sebelum melakukan penanaman mangrove, seluruh peserta, yang meliputi rumah zakat beserta pelanggan tokopedia berkesempatan untuk kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas memberikan sosialisasi terkait konservasi Mangrove di balai desa Kembang Kecamatan Pacitan.

Kami relawan Inspirasi Rumah Zakat  bersama pelanggan Tokopedia, hari ini melakukan penanaman bibit mangrove, sebelumnya kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang konservasi mangrove, " kata Indar Siswoyo.

sosialisasi dengan narasumber forum pengurangan resiko bencana BPBD Provinsi jawa Timur yang melibatkan komunitas nelayan dan warga setempat, dengan menerapkan protokol kesehatan.


Selesainya melakukan sosialisasi, seluruh peserta dibagi beberapa kelompok, menuju muara sungai grindulu kawasan pancer desa Kembang. Ada yang yang menggunakan jalur darat, ada kelompok yang menggunakan jalur laut menggunakan kapal nelayan.

Sebanyak dua ribu bibit mangrove disiapkan  secara simbolis, diberikan oleh Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD jatim, kepada ketua kelompok nelayan setempat. Dengan menggunakan perahu nelayan, relawan rumah zakat dan pelanggan tokopedia menyusur sungai kembang hingga ke muara sungai pancer.

Satu-persatu bibit Mangrove mulai ditanam, namun gelombang laut kemudian pasang, relawan pun harus bersusah payah menanam bibit dengan kondisi air yang tinggi.

Bibit–bibit mangrove ini ditanam untuk menahan abrasi pantai yang saat ini telah mengancam kawasan pemukiman pesisir pantai selatan. Selain memiliki fungsi sebagai tanaman pelindung biota air kawasan pesisir. Tumbuhan mangrove merupakan tanaman bakau yang memiliki potensi untuk dikembangkan guna mengurangi resiko dampak potensi bencana di desa pesisir dengan fungsinya mengurangi abrasi akibat pasang air laut dan memecah ombak.

Dikawasan pancer ini, upaya penanaman serentak bibit mangrove ini telah dilakukan sejak tahun dua ribu empat belas lalu. Namun karena tingginya limbah sampah yang terbawa arus sungai terutama saat banjir, menjadikan bibit mangrove yang telah tertanam rusak dan mati. Sehingga kini upaya penanaman mangrove banyak dilakukan saat musim kemarau atau saat aliran sungai dangkal.

Sementara itu BPBD Jawa Timur mengaku bangga dengan upaya dan jerih paya para relawan yang peduli akan kelestarian hutan mangrove untuk menjaga ekosistem pantai yang kini telah terancam oleh kerusakan habitat pantai yang disebabkan bencana banjir dan abrasi pantai.

Kegiatan yang diinisiasi oleh relawan inspirasi Rumah Zakat tersebut akan terus berkelanjutan. (not)

Minggu, 28 Maret 2021

Rumah Zakat Dan Pelanggan Tokopedia Gandeng Komunitas Untuk Mewujudkan Desa Tangguh Pesisir Berbasis Lingkungan

PACITAN - lensapacitan.com, Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan Desa Tangguh Pesisir adalah dengan mengolah potensi Sumber Daya Alamnya. 

Selain memiliki fungsi sebagai tanaman pelindung biota air kawasan pesisir, tumbuhan mangrove merupakan tanaman bakau yang memiliki potensi untuk dikembangkan guna mengurangi resiko dampak potensi bencana di desa pesisir dengan fungsinya mengurangi abrasi akibat pasang air laut dan memecah ombak.

Dalam perwujudan Desa Tangguh Pesisir tersebut tentu Sumber Daya Manusianya juga harus ditingkatkan melalui edukasi, pelatihan serta sosialisasi.

Saat ini Rumah Zakat beserta Pelanggan Tokopedia berkesempatan untuk kolaborasi dengan Pemerintah dan Komunitas memberikan sosialisasi terkait Konservasi Mangrove. Hadir sebagai narasumber Gus Yoyok dan Kang Yudha keduanya dari Pengurus Forum Pengurangan Resiko Bencana Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desber Sirnoboyo tersebut berlangsung di pinggir kali grindulu Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan dan berlangsung asyik serta penuh semangat dengan hadirnya dua narasumber yang profesional dibidangnya.

"Sebagai langkah awal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan mimpi besar membangun desa dengan memanfaatkan potensi SDA adalah membangun dulu komitmen bersama untuk tujuan bersama" Salah satu ungkapan Gus Yoyok untuk memotivasi semangat kelompok mangrove beranggotakan 25 orang tersebut.

Sementara itu kang Yudha lebih fokus pada pengembangan potensi mangrove untuk menghasilkan pundi pundi ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana. 

Rumah Zakat Dan Pelanggan Tokopedia Inisiasi Program Konservasi Mangrove Di Desa Kembang Pacitan

PACITAN - lensapacitan.com, Tahapan pelaksanaan Konservasi Mangrove di Desa Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan tepatnya di Pantai Pancer Wetan telah melalui beberapa tahapan mulai dari koordinasi dengan Pemerintah Desa, Pembentukan kelompok mangrove serta perencanaan program keberlanjutanya.

Setelah diaminkan oleh Pemdes setempat berikutnya membentuk kelompok mangrove di Dusun Kiteran dengan jumlah anggota 25 orang serta memberi nama kelompok "JANGKAR SEGORO KIDUL" dilegalkan Akta Notaris sampai Kemenkumham.

Kegiatan berikutnya adalah mulai menanam mangrove yang akan dilaksanakan hari Senin 29 Maret 2021 dengan melibatkan lebih dari 100 orang terdiri dari masyarakat hingga komunitas setelah sehari sebelumnya dilaksanakan diskusi konservasi Mangrove.

Pemasangan plang besi sebagai penanda kawasan konservasi Mangrove dilakukan oleh kelompok yang sudah terbentuk tersebut melalui jalur air menggunakan armada perahu nelayan milik anggota kelompok.

Ada lebih dari 14 hektare lahan kosong milik Pemerintah Desa yang belum tertanami mangrove. Saat ini dari Rumah Zakat dan Pelanggan Tokopedia baru memberi bibit mangrove sejumlah 1.650 batang ditanam secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Kedepan kawasan ini selain tempat konservasi Mangrove juga akan dilanjutkan dengan program pemberdayaan ekonomi dan wisata dengan tujuan utamanya adalah membentuk Desa Pesisir Tangguh Bencana berbasis ekonomi dan wisata.

"Kearifan lokal menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan melalaui program pemberdayaan masyarakat yang tempat, guna mewujudkan kesejahteraan warganya" Ungkap Indar Siswoyo Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

"Terimakasih kami sampaikan kepada Rumah Zakat beserta Pelanggan Tokopedia yang telah membantu memulai untuk mewujudkan impian kami" ungkap Pak Slamet ketua kelompok mangrove.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi