Klik Pacitan: Aksi Sosial
Tampilkan postingan dengan label Aksi Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2020

Begini Perlakuan Warga Bangunsari Pacitan Kepada Pemudik

PACITAN – lensapacitan.com, Warga perumnas Bangunsari, Kecamatan Pacitan begitu kompak membantu salah satu tetangganya yang tengah menjalani isolasi mandiri, seusai mudik dari ibukota Jakarta. Warga memberikan kebutuhan berbuka dan sahur, serta diantarkan ke rumahnya. Kontaknya pun terbatas, makanan tersebut digantungkan di pagar depan rumah, sebagai langkah antisipasi.

‘’ini  salah satu bentuk perhatian dari kami untuk keluarga mereka. Meskipun wujudnya hanya makanan untuk buka atau sahur. Pada prinsipnya kami menerima mereka, kan jelas jauhi penyakitnya, bukan orangnya " terang, Yayuk Susilaningtyas, salah seorang warga setempat, Senin (18/5/2020).

Diakuinya pasangan suami istri tersebut juga sangat proaktif, mulai melaporkan diri, dan bersedia isolasi mandiri, pun juga juga disiplin tak pernah keluar rumah, apalagi kluyuran. Yayuk menyebut, tak hanya dirinya yang kadang-kadang berbagi makan, warga yang lain juga turut membantu secara bergantian.

Untuk mendukung isolasi, orangtua dari pemudik tersebut rela mengungsi ke rumah adiknya yang berada di kawasan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, sehingga rumahnya bisa ditempati untuk karantina mandiri.

"Ya kalau saya ikut berkumpul dalam satu rumah, sama juga jadinya. Untuk kebutuhan sehari-hari, kadang juga saya antar dan taruh di pagar.’’ kata Tri Andarini, ibu dari pemudik tersebut.

Tri mengaku beruntung, anaknya punya kesadaran dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat sampai di kampung halamanya. ‘’kan kalau di rumah bisa lebih maksimal karantinanya’’ imbuhnya.

Sementara itu Andi Pramana, salah seorang pemudik yang tengah menjalani masa karantina mengaku salut dengan perhatian yang dicurahkan tetangganya untuk dirinya dan istrinya. Dengan dukungan dari masyarakat termasuk juga keluarganya, ia merasa aman dan tanpa beban menjalani isolasi.

‘’saya datang sekitar 4 hari yang lalu, Jujur saya kagum dan sangat terharu dengan perlakuan mereka’’ tandasnya.(not)

Rabu, 15 April 2020

Tukang Becak Semakin Terdesak, Relawan Bagikan Ratusan Paket Sembako

NGADIROJO - lensapacitan.com, Sejumlah pengayuh becak yang sedang mencari penumpang disekitar Pasar Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Kamis Pagi (16/4/2020) mendadak dihentikan. Masing-masing didata nama serta alamat rumahnya. sejumlah relawan Petarung Kehidupan lantas membagikan 100 paket sembako yang telah disiapkan kepada kepada para tukang becak.

Menurut salah seorang pengayuh becak, Lamino menjelaskan, semenjak ada wabah virus corona penumpangnya menurun drastis, bahkan dalam sehari sering tidak mendapatkan penumpang sama sekali. Terkadang  Ia hanya mengandalkan pedagang pasar yang hanya ada  saat hari pasaran, pahing.
"Kalau penumpang hampir tidak ada, beruntung saya masih punya langganan pedagang pasar, yang biasa minta antar jemput," jelasnya.

Dalam sehari, ia hanya mendapatkan uang Rp.10.000 hingga Rp 20.000 saja, namun pada hari pasaran atau lima hari sekali bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 70.000.

"Paling banyak dapat 70 ribu, sepekan sekali, ya saat hari pasaran saja,"keluhnya.

Tidak hanya membagikan paket sembako, para relawan juga memberikan edukasi kepada para tukang becak, untuk tetap waspada dan berhati-hati saat bekerja. Meskipun situasi saat ini tidak mendukung untuk bekerja di luar, namun para tukang becak ini tetap berjuang demi mencukupi kebutuhan keluarga di rumah.

Ketua Relawan Petarung Kehidupan, Susilo Dwi Santoso menuturkan, bantuan yang di salurkan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari para donatur yang menitipkan kepeduliannya guna meringankan beban ekonomi masyarakat kecil, terutama yang terdampak corona.

“Mereka mengeluhkan dalam kondisi saat  ini, sangat kesulitan mencari uang tidak seperti sebelum-sebelumnya. Penumpang semakin sepi akibat dari larangan pemerintah untuk keluar rumah,”imbuhnya. Kamis (16/4/2020).

Ia berharap dengan bantuan sembako tersebut, semangat para tukang becak tetap terjaga, kondisi kesehatan mereka juga tetap dapat terlindungi dalam memenuhi  kebutuhan keluarganya. ‘’ mari, untuk warga masyarakat yang mempunyai rezeki lebih untuk menyisihkan sebagian hartanya kemudian dibagikan kepada warga yang kurang beruntung akibat pendemi Covid-19.’’ Pungkasnya. (not)

Tukang Becak dan Sopir Angkutan Dapat Bantuan Dari Polisi

PACITAN - lensapacitan.com, Sebanyak 489 Tukang becak, sopir angkutan maupun tukang becak yang beroperasi di  Kabupaten Pacitan, Rabu (15/4/2020) mendapatkan bantuan dari Polres Pacitan. Melalui Program Peduli Keselamatan 2020 Polres Pacitan.

Selain tukang becak, beberapa pelaku pekerjaan lain yang terdampak COVID-19 juga masuk daftar penerima. Antara lain tukang ojek tradisional, andong, sopir truk, maupun sopir angkutan antar jemput (travel).

Kapolres Pacitan AKBP Didik Hariyanto mengatakan bantuan memang diprioritaskan kepada pekerja harian. Terutama yang terdampak langsung wabah Corona. Adapun nilainya sebesar Rp 600 ribu per bulan dengan sistem non tunai.

Bantuan tersebut, lanjut kapolres, menurut rencana akan diberikan tiap bulan selama pandemi berlangsung. Harapannya, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Lebih dari itu juga dapat meringankan kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saya harapkan (bantuan) dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Jangan digunakan untuk kebutuhan hidup yang lain dalam arti kebutuhan sekunder," pesan kapolres di depan para penerima.

Masih menurut kapolres, untuk kelancaran proses pencairan maupun penggunaan sistem non tunai, penerima juga akan memperoleh pelatihan. Hal ini terutama berkaitan tata cara penggunaan ATM serta mekanisme transaksi.

Nantinya mereka dapat menarik tunai ataupun belanja langsung layaknya pemakaian kartu debet. Penyaluran bantuan langsung itu sendiri merupakan kerjasama polri dengan salah satu bank.(not).

Selasa, 14 April 2020

Relawan Berikan Bantuan Kepada Warga Yang Menjalani Isolasi Mandiri

PACITAN - lensapacitan.com, Seorang yang tengah menjalani isolasi di ruang karantina Dusun Krajan, Desa Banjarsari, Pacitan mendapatkan paket bantuan berupa sembako dan sayuran dari relawan.

Bantuan tersebut diserahkan Relawan SA kepada kepala dusun setempat. Bantuan itu diharapkan dapat mengurangi kesulitan masyarakat di musim pandemi seperti sekarang ini.

"Kami hanya sekedar membantu untuk meringankan beban mereka yang tengah menjalani karantina, selain itu kami juga mengapresiasi warga yang dengan legowo mau menjalani isolasi selama 14 hari. Ini bisa dijadikan contoh kepada pemudik atau warga lain yang baru pulang dari wilayah zona merah," kata Doni Tatang, salah seorang relawan (14/4/2020).

Pemerintah Desa Banjarsari sengaja menyediakan ruang karantina bagi Pemudik dari wilayah zona merah. Yaitu disebuah rumah kosong yang sengaja dikontrak oleh pihak dusun. Bekerja sama dengan ketua RT.

"Ini adalah upaya antisipasi penyebaran Virus Corona, meskipun kondisi pemudik itu sehat namun harus menjalani isolasi selama masa inkubasi atau 14 hari," kata Heru Jarot, Kepala Dusun Krajan (14/4/2020).

Selama ini lanjut Heru, pihak keluarga maupun masyarakat sekitar menyambut baik dengan adanya pemudik yang datang kedesanya.

"Alhamdulilah semua warga bisa bekerja sama dengan baik," lanjutnya.

Dia pun mengajak kepada perangkat desa dan juga kepala dusun lain di Desa Banjarsari melakukan hal serupa, serta mengedukasi warga agar tidak mengucilkan warga yang mudik maupun yang berstatus ODR.

Satu orang yang saat ini menjalani isolasi adalah pekerja bangunan di Jakarta dan terpaksa pulang kampung. Dan saat ini sudah menjalani karantina selama 5 hari. (not)

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi